Showing posts with label album. Show all posts
Showing posts with label album. Show all posts

Wednesday, September 19, 2018

HAVIN FUN TOUR; Dari Jogja ke Bali


USAI menuntaskan rangkaian tur mereka di Pulau Jawa, Fun As Thirty (FAT) berencana melanjutkan promo tur (FUN AS TOUR) mereka ke pulau seberang. Awalnya saya ditawari menjadi tour manager band melodic punk asal Kota Solo ini ke Pulau Bali. Tapi rasanya sayang, mengingat saat itu ada tiga band dari Jogja plus FAT sedang getol-getolnya kumpul dan kolaborasi di beberapa gigs. Tiga band Jogja tersebut adalah Havinhell, Rokester, dan Roket, terakhir ketiganya melakukan gabungan formasi di acara charity “Lombok Calling” yang digelar di Yogyakarta. Pada acara itu, ke tiga band ini berkolaborasi menjadi satu formasi bertajuk Roket X Havinhell X Rokester.


Singkat cerita, tiga band ini pun segera saya kompori untuk bersenang-senang ke Bali, Havinhell, Rokester, dan Roket sepakat untuk meramaikan (baca: merusuhi) rangkaian tur Fun As Thirty di beberapa titik di Bali. Selain untuk menghibur diri sendiri, para anak muda, dan penggemar musik di Bali, tur mandiri yang dilakukan keempat band ini juga untuk lebih memperkenalkan dan dan mendekatkan diri ke skena musik di pulau Dewata. Tur ini benar-benar tanpa tendensi, tanpa tendeng aling-aling, tanpa kampanye yang dibuat-buat, karena anak-anak ini hanya ingin bersenang-senang. Perjalanan ini pun diberi nama ‘HAVIN FUN TOUR’.

Saturday, June 16, 2018

Ada 'Resesi' di tahun 2018?





Kalau postingan sebelumnya adalah kaset barat yang dibeli bokap beberapa saat setelah gue lahir, kali ini kita bahas album lokal yang dibeli nyokap, satu tahun setelah gue lahir. Album ini sempat menghilang dari rak koleksi, dan akhirnya beberapa waktu lalu gue beli lagi di Sentra Musik, Blok M Square. 

Secara ajaib, album otentik yang dibeli nyokap pun ketemu di sebuah onggokan, bisa ditandai dari torehan nama gue di dalam sampulnya. Menurut selera pasar, 'Malam Pertama' dan 'Hening' adalah hits di album ini, selebihnya nggak ada yang meledak.

Saturday, October 28, 2017

Mus Mujiono Bicara Festival Jazz dan Hal-Hal yang Dilupakan

Mus Mujiono adalah legenda hidup musik Indonesia. Musisi kelahiran Surabaya, 15 Maret 1960 ini dikenal dengan konsistensinya di jalur musik jazz. Sebagai penyanyi solo, Mus Mujiono telah menelurkan tujuh album. Ia menguasai hampir semua alat musik, dari keyboard, gitar, drum, dan saksofon. Satu di antara lagunya yang 'evergreen' adalah ‘Arti Kehidupan’.  

"Kau menjelma seperti khayalan
Kau impian dalam kenyataan
Perjalanan yang penuh likunya
Kini t'lah tiba di sisimu selamanya

Engkau bukan yang pertama
Tapi pasti yang terakhir, Di cintamu kutemui arti hidupku"

sumber foto: tribunnews.com

Friday, October 9, 2015

((( Review ))) Kustomfest 2015 - Showin’ Soul Indonesian Rockabilly Compilation

KUSTOM Kulture memang amat identik dengan musik Rock & Roll, terutama musik Rockabilly yang populer di Amerika pertengahan tahun 1950an. Pada perhelatan Kustomfest 2015 ini, sederet band Rockabilly dari seluruh Indonesia hadir lewat album kompilasi bertajuk Kustomfest 2015 - Showin’ Soul Indonesian Rockabilly Compilation Vol.01. Kompilasi ini menyajikan 14 lagu, plus 1 lagu anthem Kustomfest Showin’ Soul yang dinyanyikan Heru Shaggydog. Lagu tersebut menjadi bonus special di kompilasi ini. Sebanyak tiga ribu keping CD dibagi-bagikan secara gratis pada perhelatan Kustomfest di Jogja Expo Center, 3-4 Oktober lalu. Selanjutnya, oleh pihak Kustomfest, album ini bakal dibawa ke perhelatan Kustom Kulture di seluruh dunia.

Menurut Athonk Sapto Raharjo dari Rockin' Spades Rockabilly Club yang menjadi Co Producer di album ini, sebelumnya ada sekitar 50an lagu, dan 30 band dari berbagai aliran genre yang diterima. Setelah berdebat, diskusi dan adu argumen untuk menjagokan pilihan masing-masing, akhirnya tim seleksi, bisa menentukan dan memilih lagu-lagu yang pantas masuk. Menurut Athonk awalnya kuota hanya untuk 12 lagu, lalu ada ide tambahan ekstra 2 lagu. “karena banyak lagu yang bagus dan sayang kalo di eliminir,” tambahnya.

Wednesday, May 20, 2015

Mengintip Rekaman The Hydrant di Lokananta

BAND pionir Rockabilly Revival asal Bali, The Hydrant sedang proses merilis album. Pekan lalu sepanjang 7-9 Mei 2015, mereka merekam materi lagu secara live di studio legendaris di kota Solo, yakni Lokananta. Album ini merupakan album pertama setelah satu dekade eksistensi mereka di blantika musik. The Hydrant kini adalah Marshello (vokal), Vincent (gitar), Adi (bass) dan Christopper (drum) ini. Dengan spirit dan lagu-lagu baru yang memiliki nuansa ala The Hydrant, album yang direkam secara ‘full live’ ini juga untuk mengenalkan gitaris baru mereka, Vincent.

foto oleh Kiki Pea, lokasi Belakang Lokananta
Melakukan proses rekaman di Lokananta tentu saja bukan tanpa alasan, menurut Adi Hydrant konsep ini adalah sebagai aksi ‘menolak lupa’. Mereka berusaha menolak lupa akan sejarah musik Indonesia, terutama di era 1950-1960-an. Kualitas musik Indonesia pada jaman itu juga layak disandingkan dengan band-band dari seluruh dunia. “Sebagian besar hasil karya emas anak bangsa juga direkam di Studio Lokananta,” tambahnya.

Wednesday, April 1, 2015

SERIGALA MALAM: Mundur Bukan Pilihan

SEPANJANG 2012 hingga tahun 2015 merupakan masa penantian yang panjang bagi Serigala Malam. Hal ini menjadi fase hibernasi panjang dan penuh ritangan band hardcore yang cukup disegani di skena hardcore ini. Pasalnya sang frontman terjebak sebuah masalah serius dengan pihak berwajib, dan harus mendekam di balik jeruji untuk waktu yang tidak sebentar. 
Bagi para serigala itu masa hibernasi ini tidak berhasil membuat mereka stagnant dan berdiam diri, tembok teralis tidak juga menjadi pembatas bagi tim Serigala ini. Kini KMNG, Niko, dan Mario kembali mengonsep gebrakan baru mereka. 
Satu persatu materi mereka kumpulkan dan diskusikan di setiap kesempatan kecil yang ada. Walaupun sebetulnya kesempatan kesempatan tersebut sangat jarang sekali terjadi.

Pada pertengahan 2013 akhirnya Serigala Malam kembali mengabarkan bahwa mereka akan merilis album baru berjudul "Hibernate In Harder Pain" lewat akun twitter mereka. Proses penggarapan album yang tidak mudah pun dimulai. Beberapa materi lama yang sudah di garap sebelum KMNG meringkuk di balik jeruji kembali di sempurnakan. Beberapa materi yang di anggap mustahil pun berhasil mereka selesaikan. 
Dengan bantuan penuh dari HELLHOUSE Family akhirnya album “Hibernate In Harder Pain” ini dapat dirampungkan kan pada awal tahun 2015 ini. Album berisikan delapan track ini pun siap kembali menggeliat di skena musik bawah tanah Indonesia.

Tuesday, February 24, 2015

Now it’s Time to RE-ATTITUDE!!

D.P.M.B adalah Dua Petaka Membawa Bencana    
                                              

Hati hati sudah mulai panas
Sudah mulai terdengar suara peluru, Bang Bang !!
Sudut sudut kota mulai mencekam, mengancam
Gerak gerik bayanganku siap melumat lawan
Ambil alih mic Siapkan amunisi
Kembali bereaksi panggil kami D.P.M.B
D dot P dot M dot B

Dua petaka membawa bencana…….

Teks tersebut adalah petikan lirik “KOBOI KOTA” milik grup hip hop D.P.M.B. Khusus untuk single ini, D.P.M.B sudah merilis video klipnya sejak Februari tahun lalu. Single yang berkolaborasi dengan DJ Kateratchy telah mendapatkan puluhan ribu viewer di youtube. Lagu ini juga menjadi salah satu materi mereka di album RE-ATTITUDE. 

SUGUHAN TANAH INDAH YANG MAHA OKE

SEBUAH band memang bukan hanya mengerjakan karya dalam bentuk musik. Hal ini dibuktikan oleh band independen asal Yogyakarta FSTVLST. Hampir seluruh elemen seni dipresentasikan pada acara bertajuk Tanah Indah di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) yang sebelumnya dikenal sebagai Gedung Purna Budaya Yogyakarta. FSTVLST mampu menyajikan elemen baik, musik, seni rupa, fotografi, video, sastra, dan seni kontemporer lainnya.

Pada Rabu, (18/2) lalu pukul 19:00 WIB, band yang digawangi oleh Farid Stevy Asta (vocal), Roby Setiawan (guitar), Humam Mufid (bass), Danish Wisnu (drum), dan Rio Faradino (add) ini menggelar konser bertajuk TANAH INDAH. Lewat konser ini mereka menampilkan lagu-lagu dari album teranyar FSTVLST, bertitel HITS KITSCH, yang telah diluncurkan 12 September lalu.

Nirmana Records Rilis Ulang Starlit Carousel

Frau Tampil Memukau

Untuk memuaskan para penggemarnya, Nirmana Records label baru asal Yogyakarta menerbitkan ulang album debut Frau berjudul Starlit Carousel. Frau dikenal sebagai musisi yang memiliki karakter unik. Sebagai seorang antropolog muda yang ditempa musik tradisional sejak dini, penyanyi bernama asli Leilani Hermiasih ini dikenal dengan alunan piano yang indah dengan lirik unik dan puitis, dipadu dengan penampilannya yang apik. Semuanya berpadu dengan indah membuai siapapun yang mendengarnya.

Saturday, October 4, 2014

BEGUNDAL CLAN: Hip Hop We Don't Stop!!

PATUT diakui bahwa geliat musik dan budaya hip hop di Yogyakarta semakin pesat perkembangannya. Tidak hanya musik, namun elemen-elemennya pun ikut semarak seperti, graffiti, fashion, dan sebagainya. Satu nama yang patut diperhitungkan di ranah skena hip hop adalah Begundal Clan. Group Rap asal Yogyakarta ini beranggotakan delapan mc/rapper, dan satu DJ/Turntablist. Kelompok ini dibentuk sejak 9 Desember 2010 lalu.

Begundal Clan adalah Destroyer01, Arari, Secknoristo, Dirtybastard, Ghelava, X-Jerico, Donchalivah, Loudlow Gempil, dan DJ Zwinkle. Pada 20 Agustus kemarin salah satu group hip hop dari HELLHOUSE Records ini akhirnya merilis album perdananya. Pada acara yang digelar di Jogja National Museum ini juga di meriahkan oleh banyak dedengkot Group Rap dari Yogyakarta, Surabaya, dan Malang seperti, Jahanam, Rotra, D.P.M.B, Mlethodman, NOK37, Bloccalito, Saintsrow, Slam Harder, Rokatenda, Boosdoenoer, Wes’D, dan lainnya. 

Tuesday, September 30, 2014

FSTVLST: Mari Menghakimi, HITS atau KITSCH?

Setelah melewati proses panjang yang mereka sebut dengan FSTVLST RCRD PRJCT (festivalist record project), album perdana FSTVLST ‘HITS KITSCH’ akhirnya resmi dipasarkan. Peluncurannya ditandai dengan rilisnya single ketiga berjudul ‘Tanah Indah Untuk Para Terabaikan, Rusak dan Ditinggalkan’. Bisa dikatakan bahwa band ini sudah merilis album perdana untuk kedua kalinya. Setelah sebelumnya bersama Jenny mengeluarkan album ‘Manifesto’. 

Saturday, January 18, 2014

Eks Guns N Roses dan Persaingan di Industri Rock & Roll

Adalah hal yang hampir sangat mustahil bisa melihat reuni Axl Rose, Slash, Izzy Stradlin, Duff McKagan, Steven Adler, Gilby Clarke, dan Matt Sorum tampil dalam satu panggung lagi. Pada 2012 lalu, raksasa rock dunia ini mendapat penghargaan Rock & Roll Hall Of Fame untuk album Appetite For Destruction. Di antara personel inti Guns N Roses, hanya Axl dan Izzy yang tidak menghadiri malam penganugerahan tersebut. Gn’R tampil dengan formasi Slash, Duff McKagan, Steven Adler, Matt Sorum, dan Gilby Clarke. Mereka dibantu vokalis Slash di album solo nya, Myles Kennedy.  Tanpa Axl dan Izzy, penampilan Gn’R malam itu seolah tak bernyawa, seperti layaknya album Chinese Democracy dimana Axl bekerja tanpa personel orisinil. 

Adler's Appetite: Keintiman Dengan Narkotika

Steven Adler adalah personel pertama Guns N’ Roses yang keluar, atau dipecat karena keintimananya yang kuat dengan narkotika. Belakangan Axl mendukung kesembuhan Steven, dan di pihak lain, Izzy dan Slash ikut membantu Steven merampungkan proyek solonya, Adler Appetite. 

Izzy Stradlin & Ju Ju Houds: ‘Exile On Main Street’ nya 90-an

SAYA sendiri sangat jatuh cinta dengan sosok Izzy Stradlin, selain Duff tentunya. Album debut berjudul ‘Izzy Stradlin & Ju Ju Houds’ adalah salah satu harta besar rock & roll yang patut diketahui. Kritikus berpendapat bahwa lewat album ini Izzy Stradlin menciptakan ‘Exile On Main Street’ versi tahun 90-an, namun sedikit orang yang pernah mendengarnya. Saya pun mendapatkan album ini dari hasil membajak CD seorang teman yang didapatnya entah dimana.

Gilby Clarke ‘The Hangover’ & ‘Rock n 'Roll Music’ Col. Parker

JIKA kalian pemuja Rock & Roll murni, album solo Gilby Clarke ‘The Hangover’ yang dirilis 1997 ini amatlah patut disimak. Suara vokal Gilby nyaman dan hangat, diisi dengan bunyi gitar yang dominan, dan latar belakang piano yang baik, dan riff nan cantik. Saya suka lagu ‘Higher’ di dalamnya punya apa yang diperlukan untuk menjadi sebuah lagu rock. 

Slash Snakepit ‘It's Five O'Clock Somewhere’

Setelah akhir perjalanan tur Use Your Illusion tahun 1993, Slash mulai merekam demo materi dari hasil tulisannya selama tur tersebut. Rekaman tersebut dibuat di studio rumahnya dengan bantuan Matt Sorum, dan pemain bass Alice in Chains, Mike Inez. Mari kita membicarakan debut album Slash Snakepit ‘It's Five O'Clock Somewhere’ yang dirilis 1995. Meski ini adalah proyek solo, Slash tidak mengubah banyak hal, peran dia sebagian besar masih sama, tidak menyanyi, tidak berbicara , dan memberikan kesempatan pada orang lain dalam membantunya menulis lirik. 

Duff McKagan ‘Believe In Me’

‘Believe In Me’ adalah album solo Duff McKagan yang direkam selama Gn’R istirahat dari rekaman ‘Use Your Illusion II’. Bisa jadi album ini dibuat dengan perencanaan yang cukup matang. Hal ini bisa ditandai melihat Duff memiliki banyak bintang tamu yang mewah di albumnya . Yang paling terkenal di antara mereka adalah Lenny Kravitz, dan Jeff Beck. Duff juga menggaet Sebastian Bach (Skid Row), dan tiga personel Gn’R lainnya Slash, Gilby Clarke, dan Matt Sorum.

Neurotic Outsiders: antara Gn'R, Duran Duran, dan Sex Pistols

Tahun 1995, saya masih SMP dan pertama kali mengenal band ugal-ugalan bernama Sex Pistols. Mendengar gitaris band ini Steve Jones membuat proyek dengan Duff McKagan, dan Matt Sorum membuat saya berantusias untuk membeli kasetnya di Grand Audio, Aldiron, Blok M Jakarta Selatan. Band yang awalnya diberi nama March Neurotic Outsiders adalah kolaborasi antara Steve Jones dengan John Taylor dari Duran Duran yang telah merekam beberapa lagu, di antaranya ‘Feelings Are Good’ yang ada di album solo John Taylor. 

Monday, December 23, 2013

ROCHESTER: Bersekutu Dengan Rock & Roll

SEBAGAI musik, Rock & Roll akan selalu menggema. Di Yogyakarta banyak band-band hebat yang mungusung jenis musik ini, dan mereka memiliki ciri khasnya tersendiri. Setelah menelurkan sebuah mini album bertajuk ‘Baby C’mon’ pada 2012 lalu, Rochester yang masih setia memeluk jalur Rock & Roll ini kembali menelurkan single. Lagu baru ciptaan Fendee yang berjudul ‘Sekutu Rokenrol’ ini mendeskripsikan kegombalan lelaki pada pasangannya. Sound yang didengarkan pada lagu ini dipengaruhi oleh band-band seperti Jet, Kings Of Leon, hingga punggawa garage rock 60-an macam The Who, dan The Kinks. Pada lagu ini Rochester sengaja menggaet Kiki Pea, yang juga vokalis band Rockabilly Kiki & The Klan.

Friday, July 5, 2013

SUN RECORDS: Rumahnya Musik Rockabilly

SEPERTI (sebut saja) grunge atau reggae, pengusung sub kultur tersebut bukan hanya Nirvana, dan Bob Marley saja, tapi banyak nama-nama lain yang tidak kalah penting dalam menancapkan tonggaknya. Begitu juga dalam kancah Rockabilly yang notabene puluhan tahun lebih awal kemunculannya sebelum grunge dan reggae. Banyak yang mengidentikan Rockabilly hanya dengan sesosok Elvis Presley atau Johnny Cash. Namun, perlu dicatat bahwa banyak nama-nama musisi sejaman yang harus diselidiki oleh peminat genre yang kini kembali diminati kawula muda ini.

Featured