Showing posts with label Anarchy. Show all posts
Showing posts with label Anarchy. Show all posts

Wednesday, January 30, 2019

Warisan Ramones Buat Kita-Kita Yang Tampangnya Pas-Pasan, Minim Skill, Banyak Gaya, Kere Tapi Pengen Nge-Band!

Apa yang Ramones pernah lakukan untuk kita? Sesungguhnya mereka bukan hanya sekadar sebuah band...
Ramones were a Goddamn Revolution!


Tanpa Ramones, kira-kira ada berapa juta anak muda di seluruh dunia yang batal jadi anak band? Ya, mungkin termasuk kita-kita ini lah!
  
Hey, ini masih tentang Joey, Johnny, Dee Dee, dan Tommy, dan semua yang telah mereka berikan sebelum naik ke 'Cretin Heaven'.

Sunday, January 27, 2019

Fakta-Fakta Di Balik Ramones

Siapa yang keberatan kalau ada yang mengatakan Ramones adalah salah satu penemu punk rock yang paling orisinal. Musik mereka cepat, dengan vokal datar yang nakal juga cemerlang pada saat bersamaan. 

Lewat akord gitar yang sederhana namun kompleks, Ramones telah memengaruhi ribuan band. Mereka menciptakan sound baru yang coba ditiru banyak orang, namun cuma sedikit yang berhasil.


Di atas panggung, mereka adalah senapan mesin yang menembakan musik ke para penggemarnya. Namun di belakang panggung, banyak banget drama yang terus menjadi-jadi selama bertahun-tahun. Yang bisa dipetik dari mereka adalah konsistensi alias istikomah!





Penampilan mereka di panggung nggak pernah berubah, begitu juga musiknya. Istikomah! Hal yang selalu sama adalah merekaselalu berantem satu sama lain, ya, tampol menampol adalah hal biasa dalam lingkaran band ini.


Monday, February 19, 2018

Love Me Twice In Kuta Rock City (Undercovered)

Sebelumnya banyak pihak yang ‘shock’ ketika JRX mengumumkan bahwa Twice Bar tutup. Padahal sejak awal eksistensinya Twice Bar bagaikan rumah bagi skena rock bawah tanah Bali. Tempat ini telah melahirkan dan membesarkan band-band bawah tanah Bali. Karena tanggung jawab sejarah tersebut, JRX memutuskan untuk membangkitkan Twice Bar dari tidurnya. Lokasinya kini tetap di Kuta Rock City, hanya bergeser beberapa gang dari lokasi semula. Ciri khas Twice Bar yang sudah ‘mendarah daging’ tetap ia jaga sebagai ‘an underground rock n roll bar. Nothing fancy, just a simple, small international rock n roll venue with a local-friendly vibe. Di sinilah tempat dimana pengunjung lokal dan asing mendapat perlakuan yang sama=setara.



Monday, January 8, 2018

Melihat Konflik Agraria di Pesisir Selatan

Awal Januari ini memulai riding dengan melintasi jalanan di pesisir selatan Jawa. Di sepanjang perjalanan aspal yang menghubungkan Bantul (Yogyakarta), Purworejo, Kebumen, hingga Cilacap yang memiliki panjang sekitar 130 kilometer ini dinamakan Belangrijke Wegenatau Jalan Raya Utama. Adalah A.D. Daendels yang menjabat sebagai asisten residen di wilayah Ambal (kini nama kecamatan di Kabupaten Kebumen) pada 1838. Nama jalan pantai selatan Jawa kerap disebut dengan nama Jalan Daendels hanya karena jalur tersebut melewati wilayah Ambal yang kala itu dipimpin oleh A.D. Daendels. (ini bukan Daendels yang Gubernur Hindia Belanda di Batavia itu yaak, beda lhoo..)

Sebelumnya, jalan ini sempat menyandang nama Jalur Diponegoro. Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya pernah bergerilya di ruas jalan ini sejak 1825 hingga 1830. Jalan pesisir Pantai Selatan sudah ada sejak abad ke-14, yang dijadikan sebagai penghubung kerajaan-kerajaan di Jawa. 




Saturday, June 3, 2017

Syariat Telah Menjadi Palsu

Sayang banget, bangunan Islam yang indah dirusak oleh orang-orang yang memanfaatkan agama Islam utk memenangkan golongannya dalam perebutan kekuasaan duniawi.

Berapa banyak orang yang salat hanya karena takut pada golongannya, keluarganya, ulamanya, organisasinya daripada fokus pada pengabdian thd Tuhannya.

Hal ini udah terjadi sejak jaman Wali Songo dulu, bahkan jauh sebelumnya. Gak salah kalo Kanjeng Siti Jenar bilang syariat agama telah menjadi palsu.

Esensi salat sebagai pencegah sifat keji dan mungkar menjadi sirna. Gak heran kalo banyak orang salat tapi masih suka korupsi, mencuri, tebar fitnah sana-sini, berprasangka buruk thd orang lain, dan yang paling sederhana, suka buang sampah sembarangan.

Tuesday, May 30, 2017

Kalau Hijrah, Jangan Berak Sembarangan

konsep hijrah itu bukan hitam-putih seperti yang ada di kepalamu. Hijrah bukan soal ganti blue jeans jadi gamis, apalagi sekedar transformasi Lo-Gue jadi Ana-Antum. Hijrah juga bukan pindah tongkrongan, dari jalanan ke mesjid. Emang kau pikir di jalanan gak ada kebaikan, walau setitik, apakah di mesjid gak ada maksiat walau setitik?
Jika ada sepuluh keburukan pada orang lain, lihat satu kebaikannya, pasti ada! 
Jika ada sepuluh kebaikan pada kita, pandang satu keburukannya, pasti lebih!

Akhir jaman ini penuh dengan fitnah. Jangan kau tertipu oleh bentuk, oleh kostum, oleh fisik, plastik! cepat atau lambat semua akan busuk.
Hijrahkan lah otakmu, persepsimu, hatimu, nuranimu, dari kegelapan menuju cahaya, dari suuzon menuju khusnuzon, ujub ke tawadhu, sok pinter ke merasa bodoh, prasangka buruk ke prasangka baik. getaran negatif ke getaran positif.
Sampai kapan pun positif-negatif akan sulit bertemu, kecuali dengan 'Hijrah!'
*ngomong sama jojon & caki, dua kucingku tersayang yang gak pernah berak sembarangan. 

Komik Komuk: Abu Waswas & Kekafiran

Abu Waswas ialah seorang lelaki paruh baya yang belum lama belajar agama. Banyak hal yang ia serap mentah begitu saja, apa yang terjadi padanya?



Aksi Bela Ulama

Aksi bela ulama ialah, mendatangi rumah mereka, duduk di majelis mereka, bawain oleh-oleh, dengarkan wejangan mereka, dan tanyakan hal-hal yang perlu kita ketahui dalam menjalani hidup.
Jika hatimu teduh, insya Allah dia ulama yang haqq, jika hatimu gersang karena duduk di majelis yang penuh caci dan makian, tinggalkanlah!
Masih banyak kok ulama yang membuat teduh di jaman ini. emang kitanya yang harus ngulik sendiri.



Saturday, December 17, 2016

Komik Komuk: Orang Miskin Harap Merangkak

Suatu sore Joni KKK jalan jalan sore dalam keadaan perut yang lapar, bahkan untuk membeli nasi kucing di angkringan pun uang tak ada. Dalam keadaan lapar, penderitaan sementara ditambah dengan bensin motornya yang tiba tiba kering, habis, dan terpaksa harus dituntun. 
.
Di suatu kawasan obyek pariwisata yang padat akan turis, ia melihat ada hal yang janggal, ingin rasanya ia mengarang lagu 'Orang Miskin Harap Merangkak', atau 'Yang kere Dilarang Lewat', lalu menyanyikannya di seputaran alun alun, karena bis kota tempat dulu ia mengamen sudah hampir punah diganti bis bis Pariwisata yang privat dan esklusif.

Ide tersebut pun hanya lewat belaka tanpa eksekusi, mengingat kadar musikalitasnya yang amat sangat minim. Sesampainya di rumah kontrakan, Joni hanya bisa menghibur diri lewat suara emas idolanya Johnny Rotten bersama rekan2nya yang bertampang kriminil di grup band Inggris, The Sex Pistols.
.
Ruhani terasa dituntun, meski lapar di perut masih mengayun ayun.
Mungkin senjata terakhir dari kegelisahannya ialah 'Melamun'.


Friday, April 15, 2016

Joni KKK: Pemuda Urakan Namun Klimis ((( PUNK )))

Hanya beberapa pekan saja tiba-tiba geliat saya membuat komik bergelora kembali. hal ini dipicu dari iseng-iseng beli cat sablon dan melukisnya di punggung jaket. Akhirnya menggambar sketsa dengan pensil pun tak terhindarkan. Dari sketsa tersebut tertuanglah cerita-cerita yang diangkat nggak jauh dari fenomena sosial, politik, kebudayaan dan kejadian-kejadian ringan di sekitar saya. Banyak hal yang membuat saya gelisah, terutama tentang isu keberagaman yang terancam oleh sekelompok orang yang memaksakan 'kebenaran'nya sendiri. 


Kegelisahan-kegelisahan ini sepertinya tidak mungkin direpresentasikan menjadi sebuah lagu yang kemudian dibawakan band saya Kiki & The Klan, mengingat kualitas bermusik saya amat-amat minus. Namun lewat komik, meski tetap dengan prinsip absolut 90% Styles, 10% Skills semuanya bisa disederhanakan dengan teks dan gambar berkualitas rendahan.

Sunday, April 3, 2016

Sepeda Motor, Fesyen, dan Maskulinitas Rock & Roll

Fesyen menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari keseharian kita. Fesyen tidak hanya menyangkut soal busana dan aksesoris pendukungnya, seperti kalung, gelang, hingga body piercing dan tato. Jauh dari itu, benda-benda fungsional lain yang dipadukan dengan desain yang unik lagi canggih, menjadi representasi si pengguna. Bermacam jenis kendaraan seperti motor, mobil, sepeda, bahkan kuda, dan lainnya bukanlah sekadar alat transportasi belaka, lebih dari itu, kendaraan juga menjadi sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan identitas seseorang. Singkatnya, fesyen adalah perlambang jiwa, dan tak bisa di pisahkan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia. 


Penggunaan kendaraan merupakan salah satu cara berekspresi. Dalam modernitas, fesyen adalah konstituen penting identitas seseorang, yang membantu menentukan bagaimana dia dikenali dan diterima. Mari menyoroti bagaimana kendaraan, dalam hal ini sepeda motor sebagai fesyen pada kultur Rock & Roll, melalui bagaimana cara para pengusungnya menggunakan kendaraan sebagai sebuah identitas. Para bintang rock, termasuk beberapa geng motor dengan pilihan kendaraan roda dua mereka setidaknya bisa menjadi representasinya.

Eko Ompong & The Rusty Grill: Tembang Tembang Proletar Dengan Balutan Folk-A-Billy

“Street Troubadour, Folk-A-Billy, Live Recording!”

MUSISI yang hebat tidak mesti datang dari sekolah musik ataupun institusi pendidikan formal lainnya. Banyak musisi hebat yang berasal dari jalanan, menempa ilmu dan mengawali karirnya dengan menjadi seorang pengamen jalanan. Sebut saja nama-nama seperti Iwan Fals, yang dikenal dengan lagu lagu kritik dan menyuarakan kehidupan kaum pinggiran. Selain itu masih ada Leo Kristi, dan Gombloh, legenda asal Surabaya bernama asli Soedjarwoto Soemarsono tersebut dikenal dengan lagu-lagu realis bercorak nasionalisme.


Satu lagi penyanyi yang bersuara tentang kenyataan hidup kaum bawahan yang hadir saat ini, namanya Eko Ompong, ia berasal dari jalanan, dan lama menempa karir sebagai pengamen. Bersama musisi pendukung The Rusty Grill, lagu-lagu ‘Folkabilly’ ciptaan Eko Ompong direkam, dan dirilis oleh Rockin Spades Record Yogyakarta. Di album yang diproduseri Laine Berman & Athonk ini, Eko diiringi oleh tiga musisi muda, mereka ialah personel dari band Rockabilly Kiki & The Klan, Okky (Electric Guitar), Dhana (Slapp Bass), Wredha (Drum). Pesta peluncurannya digelar Senin, (28/3) lalu di Asmara Coffee Shop, Jl Tirtodipuran Yogyakarta. Acara tersebut juga bersamaan dengan perayaan 4th Anniversary Kiki & The Klan.

Tuesday, February 2, 2016

Rocker Berambut Merah

BENARKAH potongan dan warna rambut mencerminkan kepribadian seseorang? Banyak pakar yang mencatat, untuk mengetahui karakter atau sifat seseorang bisa dilihat dari warna dan model rambutnya. Ada juga pakar warna yang bilang kalau pilihan warna saat mengecat rambut cenderung berhubungan dengan sifat dasar seseorang. Aneka rupa warna rambut, mulai dari yang hitam, coklat, pirang, hitam kecoklatan, biru, hijau, oranye, pink, dan merah api mempunyai sifat bawaan pemiliknya. Warna rambut yang bakal kita bahas ini, bukan warna yang berasal dari sananya, baik berdasarkan ras, ataupun geografis, dan sebagainya, tapi rambut-rambut yang sengaja di cat. Pastinya gak semua orang mau mewarnai rambutnya tanpa ada motivasi tertentu. 


Dikutip dari berbagai sumber, juga hasil ngarang sendiri bahwasannya; Rambut berwarna hitam menggambarkan karakter orang yang pantang menyerah, pekerja keras, dan menolak atau 'takut' dengan ketuaan. Warna hitam pada rambut melambangkan elegan. Sedangkan karakteristik pemilik warna rambut coklat biasanya adalah orang yang kalem dan santai, sifatnya yang rendah hati membuat orang ini mempunyai banyak teman. Rambut pirang melambangkan kepribadian yang dinamis, energik, dan cukup sensual. 

Nah, orang yang berambut merah bisa jadi ialah seseorang yang sangat menyenangkan, tetapi sangat mengerikan saat marah. Bila naik pitam, pemilik rambut merah tega bertindak kasar. Benarkah begitu kata sumber-sumber kita? mari kita simak karakter para Superstar musik rock idola saya yang mengecat rambutnya dengan warna merah.

1. Kurt Cobain

Ia adalah juru bicara Generasi X, dan 'Smells Like Teen Spirit' ialah pelopornya. Kurt adalah punggawa musik grunge yang membantai habis era hard rock juga heavy metal saat itu. Sepanjang hidupnya yang cukup singkat, Kurt pernah punya berbagai jenis gaya rambut, terkadang panjang hingga telinga, dan pernah juga dipotong pendek. Pentolan Nirvana ini juga kerap mengecat rambutnya dengan berbagai warna. Sebagai seorang 'punk', rambut Kurt Cobain pernah dicelup warna hijau, ungu, dan warna 'gak biasa' lainnya, namun yang sering terlihat ialah rambutnya yang berwarna merah. Di beberapa kesempatan ia terlihat mengenakan beberapa wig sebagai "gimmick". 


Ketika Kurt berusia muda, ia memiliki rambut pirang dan panjang hingga telinga. menurut beberapa keterangan, ia selalu menyisir rambutnya di pagi hari, dan menjaganya agar tetap lurus. Poninya pun dipotong lurus hingga tepat di atas alis. Kemudian ketika Kurt berada usia pertengahan remaja, ia menumbuhkan rambutnya hingga ke bahu. Era ini ialah saat ia diusir keluar dari rumahnya, dan sekitar waktu ini, ia mulai mengejar karir musiknya, pengaruh obat-obatan dan hal memabukkan lainnya juga hadir di era ini. 

Saat membentuk Nirvana dan merilis album Bleach, rambut Kurt masih terlihat dengan gaya yang sama. Pada Agustus 1992, ia memotong pendek rambutnya hingga berbulan-bulan kemudian, dan akhir tahun itu dia mulai menumbuhkan rambutnya kembali. Pada tahun terbesar dalam karir Nirvana, tepatnya ketika album Nevermind mencapai 'hits'nya seantero dunia, rambut Kurt mulai ada perubahan. Meski masih terlihat panjang, tapi lebih pendek dari era 'Bleach'. Di era yang sama Kurt mengecat rambutnya berwarna merah untuk pembuatan video klip 'In Bloom'. Rambut merah itu juga terlihat di beberapa sesi pemotretan. Kurt terus memiliki tampilan ini hingga merilis album 'Incesticide'. Namun beberapa kali ia mengubah warna rambutnya dari merah menjadi biru. Sejak peluncuran 'In Utero', hingga konser paling terkenal 'MTV Unplugged In New York', rambut Kurt cukup lama tampak sebahu hingga pada saat kematiannya.


Kesuksesan Nirvana ternyata membuat Kurt Cobain kehilangan kontrol atas dirinya. Ia merasa gagal hingga frustasi akan pesan dan visi artistiknya yang disalahtafsirkan oleh publik. Selama tahun-tahun terakhir kehidupannya, Cobain berjuang untuk lepas dari kecanduan heroin, penyakit dan depresi. Kurt Cobain meninggal pada 8 April 1994 di usia 27 tahun. Sertifikat kematiannya menyatakan bahwa penyebab kematian Kurt adalah tembakan di kepala, meski timbul polemik dari berbagai pihak, Kurt Cobain dinyatakan tewas bunuh diri. 

Krist Novoselic, bassist Nirvana sempat bertemu Cobain beberapa hari sebelum kematiannya. Ia bercerita, "Dia (Cobain) sangat pendiam, dia begitu terasing dari semua hubungan dengan orang lain. Dia tidak merasa terhubung dengan siapa pun...Aku menawarkannya membeli makan malam, tanpa sengaja ia melihat pengedar langganannya. Itu membuatnya kembali memakai heroin...dia ingin melupakan segalanya. Dia ingin mati, itulah yang ingin ia lakukan."


2. David Bowie

Bowie ialah 'Bapak para Glam Rocker', pengaruhnya di budaya pop bukan hanya musik dan tetek bengeknya, tapi juga buah pikir nan futuristik, hingga fesyen dan tata rambut. itulah sebabnya saya amat mengagumi Bowie. Ia adalah sosok flamboyan yang tidak sukar untuk ditiru. Bowie suka bereksperimentasi, ia selalu mencoba banyak hal tanpa takut gagal, percayalah, ia telah menggoncangkan dunia mode. Gaya Bowie sering berubah-ubah dari era ke era, dan itulah letak kekekalannya. Sebagai 'The cultural kleptomaniac' ia telah bertahun-tahun memantulkan gaya musik yang satu ke gaya yang lainnya. Ekspresi yang paling jelas dari kondisi pikiran David Bowie adalah melalui gaya rambutnya. David Bowie adalah 'bunglon kebudayaan', ia adalah 'pencuri', 'pembajak gaya rambut'. "


Bowie steals without prejudice. He steals musical styles, he steals countries, he steals clothes, and he steals thoughts. He steals when you are sleeping, he steals when you’re awake. Mick Jagger’s said that you should "never wear a new pair of shoes in front of him," because of course he’d run right out and buy them and they’d look better on him to boot.

Selama karirnya dia memiliki banyak stok gaya rambut yang tersedia untuk para pria dan wanita. Bowie mengubah gaya rambutnya di hampir setiap album. Sebelum ia menangkap imajinasi publik melalui Ziggy Stardust pada 1972, Bowie menghabiskan era 60-an dengan mengulik lagu-lagu ajaib yang bakal memicu karirnya. Dia telah menjadi trendsetter sejauh ia bersedia dan mampu memilih pengaruh yang tepat. 


Awal Januari 2016 lalu dunia dikejutkan dengan kematiannya. Bowie mangkat pada 8 Januari setelah baru saja merayakan ulang tahunnya, yang juga hari peluncuran album terbarunya 'BLACKSTAR'. David Bowie meninggal pada usia 69 tahun setelah berjuang melawan kanker. Hidup Bowie adalah kesenian, bahkan saat kematiannya. Hari kematian itu tampaknya sudah diprediksi olehnya lewat lagu baru nan misterius berjudul 'Lazarus' yang dirilis empat hari sebelum ia meninggal dunia. Lagu ini bernuansa menakutkan dan penuh dengan misteri. Bahkan video klip lagu tersebut menampilkan 
Bowie yang tengah berhadapan dengan kematian, lengkap dengan liriknya yang 'sadis'. Dalam tradisi alkitab, nama Lazarus dikenal sebagai seorang dari Betania, ia yang telah dibangkitkan Yesus setelah empat hari kematiannya.


3. Layne Staley

Sebagai anak generasi 90an, satu di antara idola saya adalah Alice In Chains. Hingga saat ini tidak ada bosan2nya mendengarkan lagu-lagu band asal Seattle ini, terutama album MTV Unplugged saat menjelang tidur. Bagi saya Alice In Chains ialah Layne Staley, vokalis orisinil yang meninggal secara tragis pada 5 April 2002 di usia 34. Ia memiliki suara seperti 'sosok yang lain'. Menurut beberapa catatan, Staley tahu jika kematiannya sudah dekat. Dalam sebuah wawancara, Staley mengatakan kepada wartawan Adriano Rubio bahwa ia tahu waktunya hidup di bumi sudah hampir habis. I know I'm near death. I did crack and heroin for years. I didn't want it to end this way, "Aku tahu aku tidak memiliki kesempatan. Sudah terlambat."


Layne Staley ialah 'The Self-Destructive Genius', ia bernyanyi tentang penyalahgunaan obat, depresi, dan hal-hal yang merugikan diri sendiri. Lagu-lagu yang ditulisnya bersama Alice In Chains bukanlah karya fiksi, melainkan realitas hidup mereka sendiri. Layne tidak pernah 'nyanyi bahagia', gaya bernyanyinya amat suram, liriknya seperti gulungan film yang menyeramkan, dia benar-benar menggambarkan setan ada dalam hidupnya sendiri. Pada sebuah wawancara yang menjadi quotes-nya yang terkenal Layne berujar "Whatever dramas are going on in my life, I always find that place inside my head where I see myself as the cleanest, tallest, strongest, wisest person that I can be".


4. Scott Weiland


Ia adalah satu di antara biduan rock kharismatik dari era 90-an. Selain rambut merahnya, Scott dikenal dengan gaya vokalnya yang menggeram. Ia mahir mengubah gaya vokal, dan kadang bernyanyi melalui megafon. Scott ialah vokalis dan penulis lirik untuk Stone Temple Pilots yang paling berhasil. lagu-lagu seperti Big Empty, Vasoline, dan Interstate Love Song, membawa album 'Purple' memuncaki tangga lagu Amerika di tahun 1994. Namun saat itu juga pertikaian dan keributan sesama anggota band dimulai. Mereka berpisah beberapa kali, sampai akhirnya Scott membentuk supergrup Velvet Revolver bersama bekas anggota Guns N' Roses, Slash, Duff McKagan, dan Matt Sorum di tahun 2002. Akhirnya kecanduan berat pada narkotika-lah yang kembali menjadi masalah keretakan band. Seperti yang terjadi di Stone Temple Pilots, ia juga didepak dari Velvet Revolver dengan kasus yang sama. 


Kematian biduan rock kharismatik asal California ini akhirnya menambah daftar panjang penyalahgunaan kokain dan heroin dalam musik rock. Scott Weiland ditemukan tidak bernyawa dalam tidurnya di Bloomington pada Kamis, 3 Desember 2015 lalu. Scott awalnya dijadwalkan akan tampil bersama grup terakhirnya, The Wildabouts. Setelah kematian Kurt Cobain, Scott dianggap sebagai korban selanjutnya, namun perlahan tapi pasti, hal itu terjadi juga. Apa pun komentar dunia pada Scott Weiland, namun lagu-lagu dan karakternya tetap abadi untuk 'selera' saya.


5. Johnny Rotten

Dari daftar nama di atas Johnny Rotten ialah nama legenda musik yang masih bernafas di alam dunia hingga tulisan ini di unggah. Ia adalah legenda hidup, Bersama Sex Pistols, ia menjadi sosok yang bertanggung jawab pada mulainya gerakan punk di Inggris. Meskipun karir mereka hanya sebentar, gak lebih dari tiga tahun, dan hanya menghasilkan satu album studio, 'Never Mind the Bollocks'. Johnny bersama Sex Pistols telah menjadi inspirasi banyak musisi punk rock, hingga musisi rock alternatif, contohnya adalah Kurt Cobain. 


Johnny Rotten ialah penyanyi rock'n'roll paling menakutkan yang pernah dikenal. Ia ada di zaman di mana kasta musisi berpendidikan formal mengancam untuk mendominasi apa yang tersisa dari musik rock di Inggris. Pemilik nama asli John Lydon ini adalah ikon budaya yang paling dikenal dan berpengaruh dari empat puluh tahun terakhir. ia menginspirasi pembentukan berbagai kelompok terobosan lainnya, John Lydon selalu menjadi sosok menawan juga dinamis.

"SEX PISTOLS ISN'T MUSIC,IT'S ATTITUDE !"


Eiits, masih ada dua nama lain juga masih hidup hingga saat ini, tapi saya sudah malas menguliknya, nanti aja kalo mereka udah mati. :)). Kedua nama itu adalah; John Taylor dari Duran Duran, grup musik electronic pop rock yang kemudian dikenal dengan istilah 'New Romantic'. Mereka melanjutkan 'invasi kedua Britania Raya' yang sebelumnya ditorehkan The Beatles dan The Rolling Stones. Satu lagi ialah Lee "Scratch" Perry, seorang produser musik kelahiran 20 Maret 1936. Musisi asal Kendal, Jamaika ini kini berumur 79 tahun. Perry adalah salah satu pelopor dalam perkembangan musik dub. 



Balik lagi ke atas, sesuai tema awal tulisan ini, bisa saja kita tarik kesimpulan bahwa secara psikologis, warna merah pada rambut memberikan kesan kuat, berani, dan bergairah. Rambut berwarna merah gelap memang terlihat berani, namun ia skeptis dan mudah marah. Mereka memiliki energi fisik yang besar dan kekuatan hampir brutal, lalu rambut merah terang bisa membuat seseorang terlihat pandai, cerdas, sensitif, dan punya semangat besar pada hal yang ditekuninya. Namun di sisi lain, ia termasuk orang yang sensitif, dan mudah terluka perasaannya. Ia akan merasa terbebani saat semua hal berada di luar kendalinya. 

Kepribadian pemilik rambut ini adalah frontal, ia mudah merasa tersinggung dan sangat pemberani, baik dalam berbicara maupun tindakannya yang......

persetan positif dan negatif, karena isi kandungan tulisan ini ialah 'nihil'. :p



Baca juga :



DICOMOT DARI BERBAGAI SUMBER ONLINE MAUPUN OFFLINE......

Friday, October 30, 2015

ARTIVISME: Punk Rock di Ruang Akademis || #JogjaOraDidol #BaliTolakReklamasi


Mahasiswa disebut-sebut sebagai generasi penerus dan masa depan bangsa. Lebih dari itu, sebenarnya anak muda adalah generasi pencetus. Generasi pencetus yang menelurkan perjuangan baru sekaligus meneruskan perjuangan lama yang belum tuntas. Untuk menjadi penerus perjuangan tersebut diperlukan kekritisan. Kritis untuk mengkritisi kebenaran suatu hal, juga kritis mengaji dan mendalami sebuah permasalahan. Selanjutnya, kritis menanggapi hasil kajian untuk diwujudkan dalam tindakan nyata.



Namun kecenderungan yang ada saat ini, wacana kritis adalah sesuatu yang banyak dihindari anak muda karena dianggap membosankan, tidak menyenangkan, dan tidak penting. Kuat dugaan penghindaran ini terjadi karena anak muda hanya bertemu dengan wacana kritis ketika mereka mengonsumsi media massa yang konvensional. Media yang selama ini hanya berisikan sisi gelap kekrtitisan tanpa menumbuhkan harapan, hanya mengutuk kegelapan tanpa menyalakan pelita.

Singkatnya, “anak muda telah terhegemoni !”

Tuesday, October 13, 2015

Jogja Istimewa (Sensornya)

KARYA-KARYA street art baik berupa poster, stensil, mural, dan graffiti yang terpajang di jalan tentu saja memiliki pesan-pesan tertentu. Menurut Digie Sigit, satu di antara street artist Yogyakarta, esensi dan uniknya berkesenian di jalanan ialah bisa langsung dapat melakukan presentasi karya dihadapan masyarakat saat pemasangan karya. 
Banyak karya street art yang mengangkat tema fenomena sosial politik, bahkan lewat seni, tak jarang karya mereka yang mengritik kebijakan dengan pedas. Karenanya seringkali pula karya mereka pun terkena ‘sensor’, entah oleh sesama street artist lainnya, para vandalist, atau bahkan pihak pengelola tata kota.


Satu di antara contoh karya street art yang terkena ‘sensor’ jalanan ialah poster ‘Jogja Istimewa (hotelnya)’ karya Anti Tank Project. Berlokasi di perempatan Gondomanan, persis di antara gedung Bumiputera dan Klenteng, karya yang ditempel pada awal Agustus ini akhirnya kena sensor sekitar akhir bulan Agustus lalu. Poster bergambar Tugu Jogja berlatar belakang gunung Merapi tersebut bertuliskan Jogja Istimewa ‘Hotelnya’. Entah siapa yang melakukan, kata ‘Hotelnya’ yang pun hilang, hanya tinggal kata ‘Jogja Istimewa’.

Friday, June 26, 2015

Barbarian Bersorban, Anarkisme, dan Syekh Siti Jenar


"STOP menyematkan kata 'Anarkis' pada ormas2 barbarian bersorban seperti FPI dan sejenisnya...!"

Miris sekali memang, karena banyak sekali oknum dari berbagai lapisan baik masyarakat, aparat, hingga pejabat yang ('belum mengenal' atau memang dengan sengaja) menggunakan kata 'Anarki' bukan pada tempatnya. Lebih menyedihkan lagi ketika hal ini di Amin-kan (di pakem-kan) oleh media massa bertaraf nasional.

Bicara soal ajaran Islam dan Anarkisme, sejatinya sosok Kanjeng Syekh Siti Jenar-lah yang patut di stempel 'Anarkis'. Apa itu Anarkisme, silakan klik > ini. Menurut Babad-Babad yang beredar, bisa disimpulkan kalau beliau telah menjadi Anarki bahkan sebelum kata Anarkisme itu populer. Pada zamannya, Di era awal berdirinya Kerajaan Demak, Kanjeng Syekh menolak untuk tunduk pada Khalifah Raden Patah, dan Majelis Ulama yang dipimpin Dewan Wali. Lebih unik lagi, Kanjeng Syekh mendirikan banyak Paguron (baca: komune) yang bernama Lemahabang (Siti Jenar sendiri berarti 'Tanah Merah').

Sehari-harinya Syekh Siti Jenar menjadi guru yang berpenampilan sederhana, pakaian luarnya tak jarang kelihatan robek-robek. Kalau beliau hidup di zaman sekarang, pastinya bisa digolongkan sebagai orang yang 'nyentrik'. Namanya mencuat bukan hanya karena keilmuannya yang mumpuni, melainkan praktik hidupnya yang egaliter, merasa sama dengan orang lain. Kalau begitu, biar lebih akrab, maka sapaan yang cocok untuk beliau ialah: 'Kangbro Siti Jenar'. 

"Tak ada tuan, tak ada hamba, Kehampaan ini bernyawa!"

Dalam pengajarannya, Kangbro tidak membedakan antara kyai dan santri, antara rakyat jelata dengan Raja. Menurut beliau hakikat manusia secara biologis diciptakan dari tanah merah yang berfungsi sebagai wadah bersemayamnya roh selama hidup di dunia ini. Karenanya jasad manusia (baik rakyat jelata maupun raja) tidak kekal eksistensinya, dan bakal membusuk kembali ke tanah. 

Dalam sebuah bentuk pemerintahan kerajaan, seorang rakyat harus mengabdi kepada raja yang dianggap sebagai keturunan Dewa. Kontroversi ajaran Syekh Siti Jenar inilah yang membuat sosok tokoh penyebar Islam di Jawa ini sangat diburu, dicari, dan ingin dimusnahkan oleh kerajaan yang dibeking oleh para Wali.

pemuda - pengagum Syekh Siti Jenar
Menurut kisah, suatu ketika Siti Jenar melihat fakta di wilayah Demak bahwa rakyat dihisap pajak. Rakyat miskin yang tidak bisa membayar pajak, diharuskan menjaga rumah pejabat, memotongi atau membabati rumput alun-alun. Siti Jenar sangat melawan itu. Selanjutnya sebagaimana Kangbro Siti Jenar, seorang Anarkis adalah perindu kebebasan martabat individu. Mereka menolak segala bentuk penindasan. Jika penindas itu kebetulan pemerintah, ia memilih sebuah bentuk masyarakat tanpa pemerintah. Sedangkan kondisi saat itu adalah awal eksistensi pemerintahan kerajaan di Jawa setelah runtuhnya Majapahit, yaitu Kasultanan Demak dan Cirebon. Konsep yang beredar bahwa raja adalah titisan Tuhan, yang di dalam unsur sosial disebut golongan 'gusti', dan di luar keraton adalah golongan 'kawulo'. 
Sekali lagi, Siti Jenar menolak itu dan dengan tegas mengatakan 'tidak'. 

Di sisi lain, para pencetus Anarkisme paska Revolusi Industri mencita-citakan sebuah kaum tanpa hirarki yang hidup damai berdampingan dalam suatu sistem sosial. Pada perkembangannya, Anarkisme sendiri memiliki banyak varian. Adanya kesamaan ide antara tradisi anarkisme dengan sejarah Islam, telah menjadi pembicaraan yang besar pada akhir abad ke-20. Islam mengajarkan hal mutlak bahwa 'ketundukkan hanya pada Allah’, ayat yang berbunyi ‘Tak ada paksaan dalam agama’ bermakna kita harus menyakini bahwa hanya Allah yang mempunyai kekuasaan atas individu. Dalam dunia Islam, kecenderungan penolakan terhadap kekuasaan yang korup juga terlihat pada jalan Sufisme lewat praktik, maupun tulisan-tulisannya.



"Aku katakan sabda batu kepada api, Di bawah tanah masih terdapat dataran tak berpijak. Di bawah tanah masih terdapat berlapis–lapis kerak neraka. Sehingga siapapun yang mengklaim dirinya pemimpin bumi adalah pendusta!" kurang lebih begitu ide Kanjeng Syekh Jenar yang diteriakkan unit Hip Hop asal Bandung, Homicide pada anthem 'Siti Jenar Cypher Drive'.

Semua manusia adalah Khalifah (Wakil) Allah di bumi, karenanya penting untuk mengaji (mengenal) diri kita sendiri. Banyak yang bilang meski dikaji sampai menjelang ajal pun, jika tidak dengan sungguh-sungguh, kita belum tentu bisa mengetahui siapa Sang Diri Sejati.

Sekali lagi, yang patut dicatat dari semua ini ialah bahwa jangan samakan Anarkisme dengan Barbarian Bersorban - (meminjam istilah FSTVLST), karena ide Anarkisme sejatinya jauh lebih mulia daripada selangkangan 'habib' dan pemimpin mereka yang mengatasnamakam agama untuk nafsu berkuasa !!!


Sorban, Jenggot, Gamis boleh sama, tapi raut muka kagak bisa ditipu.
Salam Manunggaling Kawula Muda dari Kangbro Siti Jenar, 

cheers !
(sejak 2005), bagi yang kenal sosok di tengah,
silakan hubungi penulis
bacaan cemilan > Islam dan Anarkisme

Friday, May 1, 2015

Sejarah Mayday, Aksi Nyata Anarkisme

Mayday - its anarchist origins and meaning today


Festival Mayday, atau yang kita kenal sebagai Hari Buruh Internasional 1 Mei adalah merupakan hari yang sangat penting bagi pergerakan kaum buruh. Mayday adalah sebuah hari solidaritas berskala internasional. Sebuah hari untuk mengenang perjuangan masa lalu dan harapan-harapan kaum buruh untuk masa depan yang lebih baik. Meskipun sejak dulu telah dibajak oleh birokrasi kaum Stalinis di Soviet dan di seluruh dunia, sejarah Mayday sendiri sangat erat kaitannya dengan pergerakan kaum anarkis dan perjuangan kaum pekerja demi terwujudnya sebuah dunia yang lebih baik. Sejarah Mayday ini berasal dari eksekusi empat anarkis Chicago di tahun 1886 karena mengorganisir para pekerja dalam memperjuangkan delapan jam kerja sehari. Karenanya, May Day juga disebut-sebut sebagai salah satu produk “anarchy in action” – produk dari perjuangan kaum buruh dan pekerja untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.

Tuesday, October 7, 2014

Merah Bercerita: Protes Lewat Lelagu

Nama Merah Bercerita memang sedang menjadi perbincangan di banyak skena, baik seni musik, seni pertunjukan, hingga dunia aktivisme. Band ini dimotori oleh Fajar Merah yang merupakan putra Wiji Thukul, seorang penyair dan aktivis 98 yang hingga kini masih ‘hilang’.


Saturday, October 12, 2013

JOGJA ORA DIDOL | Arif: Pemuda Bernurani, Berani & Anarki


Potret Arif pemuda yang ditangkapan Satpol PP karena melakukan aksi mural di sudut Pojok Benteng Wetan mendapat sorotan besar dari masyarakat. Di media sosial isu ini juga menjadi topik hangat. Lelaki bernama lengkap Muhamad Arif Buwono adalah potret pemuda biasa yang geram dengan kebijakan Pemkot. Pemuda berusia 17 tahun ini juga aktif sebagai pesepeda, ia bergabung dengan komunitas BMX yang kerap meramaikan kegiatan Jogja Last Friday Ride (JLFR).
Arif pernah bersekolah sampai tingkat SMA, ia kemudian memutuskan untuk berhenti, dan bekerja sebagai pegawai swasta. Ia mengaku baru sekali membuat tulisan mural. Arif memang bukan seorang seniman yang akrab dengan kanvas dan cat minyak, meski kesehariannya ia bergulat dengan cat sablon di atas kaos. Artinya Arif adalah sosok warga berdaya yang dengan hati nuraninya berani membangkang melawan selangkangan para pelaku kesewenangan (penguasa,red). Jika Arif dilihat (seperti yang dilakukan media massa) sebagai seniman, orang akan melihat persoalan Yogyakarta itu lagi-lagi masalah kritik seniman belaka.

Sunday, September 1, 2013

Jailhouse Rock: Catatan Detektif Partikelir


BEBERAPA pas foto atau mug shot, dan foto dari catatan polisi membuat saya ingin mengunggahnya. Foto-foto tersebut mungkin lebih banyak ‘berbicara’ tanpa adanya teks. Namun, halaman ini pastinya akan terasa kurang lazim jika hanya ‘telanjang’ begitu saja. Maka dari itu saya ingin mengetik beberapa pengetahuan dari bacaan yang baru sedikit saya lalap. Karena saya bukan agen FBI, apalagi pernah kerja sama kepolisian, maka harap maklum jika data yang diracik dari sana sini masih belum memuaskan saudara-saudara para pembaca Tribune Rockers sekalian.


Setahu saya, tujuan dari mug shot ini adalah dalam rangka penegakan hukum. Foto seseorang yang pernah tertangkap itu penting untuk dimiliki oleh negara. Mug shot juga disusun menjadi buku untuk menentukan identitas seorang pelaku kriminal. Dalam kasus-kasus besar, mug shot ini juga bisa dipublikasikan media massa. Namun, mug shot juga digunakan bukan hanya untuk alasan kriminal atau penangkapan resmi. Pas Foto juga dipakai untuk paspor, KTP, SIM, dan sebagainya.
Featured