Showing posts with label Heavy Metal. Show all posts
Showing posts with label Heavy Metal. Show all posts

Monday, February 19, 2018

Love Me Twice In Kuta Rock City (Undercovered)

Sebelumnya banyak pihak yang ‘shock’ ketika JRX mengumumkan bahwa Twice Bar tutup. Padahal sejak awal eksistensinya Twice Bar bagaikan rumah bagi skena rock bawah tanah Bali. Tempat ini telah melahirkan dan membesarkan band-band bawah tanah Bali. Karena tanggung jawab sejarah tersebut, JRX memutuskan untuk membangkitkan Twice Bar dari tidurnya. Lokasinya kini tetap di Kuta Rock City, hanya bergeser beberapa gang dari lokasi semula. Ciri khas Twice Bar yang sudah ‘mendarah daging’ tetap ia jaga sebagai ‘an underground rock n roll bar. Nothing fancy, just a simple, small international rock n roll venue with a local-friendly vibe. Di sinilah tempat dimana pengunjung lokal dan asing mendapat perlakuan yang sama=setara.



Monday, January 8, 2018

Rocker, Fesyen, & Harley Davidson


Sepeda Motor juga identik dengan para musisi Hard Rock, dan Heavy Metal. Salah satu vokalis Deep Purple, Ian Gillan juga menggemari sepeda motor, bisa dibayangkan betapa 'cool'nya vokalis bersuara melengking ini mengendarai motornya sambil mendendangkan 'Speed King'. Nama-nama lain, (alm) Lemmy Kilmister (Motorhead), Axl Rose (GNR), James Hetfield (Metallica), Tommy Lee (Motley Crue), Jon Bon Jovi, dan Steven Tyler (Aerosmith) juga identik dengan sepeda motor mereka. Bahkan sang vokalis 'Aerosmith' yang juga penggemar motor kustom tersebut, pernah mendesain motor 'Dirico Motorcycle' yang sebelumnya bernama Red Wing Motorcycles. Steven Tyler juga berpartisipasi dalam berbagai lelang amal yang berkaitan dengan sepeda motor, termasuk program amal 'Ride for Children'.

Lemmy Kilmister

Wednesday, October 12, 2016

Terberkatilah God Bless!!

Sabtu malam, 8 Oktober 2016 pecinta musik rock segala usia tumpah ruah di Jogja Expo Center. Yes, pada hari pertama gelaran Kustomfest 2016, pihak penyelenggara mengundang legenda musik rock Indonesia, God Bless. Di panggung utama Ahmad Albar dkk tampil lebih dari satu jam. Di atas aspal yang sempat basah karena hujan lebat membasahi lapangan, para penonton, termasuk juga saya.tersihir oleh penampilan rocker yang bisa dikatakan sudah tidak muda lagi.

hantam kiri kanan persetan, penting tahta bertabur intan, lagu kematian, lantang dan bergema

Thursday, September 29, 2016

Band Tanpa Vokalis

Paska meninggalnya Jim Morrison, sisa personel The Doors masih sempat menelurkan dua album studio tanpa Jim. dan tentu saja, album tersebut anjlok dipasaran. Memang sulit bagi sebuah band rock untuk bernafas setelah ditinggal vokalisnya. Apalagi jika vokalis tersebut memiliki kharisma yang melampaui para personel lainnya. Coba kita lihat, nggak banyak band besar yang bisa melanjutkan kesuksesan mereka kecuali mungkin; AC/DC, Deep Purple, dan Van Halen.


Untuk beberapa kali Ray Manzarek mencoba 'menghidupkan' kembali sosok Jim lewat penyanyi muda saat itu yang gak kalah brutalnya. Satu di antaranya Iggy Pop. Wajar saja, pemuda bernama James Newell Osterberg, Jr pun bisa menjelma menjadi monster bernama Iggy Pop setelah menyaksikan konser The Doors akhir 60an. The Doors, terutama sosok Jim Morrison memiliki andil besar dalam keputusan James Jr menjadi seorang rocker penuh sensasi. Namun usaha Ray tersebut tampaknya nggak berhasil, padahal Iggy Pop saat itu udah dikenal sebagai tonggak awal lahirnya Punk Rock!

Sunday, April 3, 2016

Sepeda Motor, Fesyen, dan Maskulinitas Rock & Roll

Fesyen menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari keseharian kita. Fesyen tidak hanya menyangkut soal busana dan aksesoris pendukungnya, seperti kalung, gelang, hingga body piercing dan tato. Jauh dari itu, benda-benda fungsional lain yang dipadukan dengan desain yang unik lagi canggih, menjadi representasi si pengguna. Bermacam jenis kendaraan seperti motor, mobil, sepeda, bahkan kuda, dan lainnya bukanlah sekadar alat transportasi belaka, lebih dari itu, kendaraan juga menjadi sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan identitas seseorang. Singkatnya, fesyen adalah perlambang jiwa, dan tak bisa di pisahkan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia. 


Penggunaan kendaraan merupakan salah satu cara berekspresi. Dalam modernitas, fesyen adalah konstituen penting identitas seseorang, yang membantu menentukan bagaimana dia dikenali dan diterima. Mari menyoroti bagaimana kendaraan, dalam hal ini sepeda motor sebagai fesyen pada kultur Rock & Roll, melalui bagaimana cara para pengusungnya menggunakan kendaraan sebagai sebuah identitas. Para bintang rock, termasuk beberapa geng motor dengan pilihan kendaraan roda dua mereka setidaknya bisa menjadi representasinya.

Friday, October 3, 2014

LEATHER JACKET; "bejat, berbahaya, unpredictable, kejiwaan yang kompleks, namun rentan"

“BURY ME IN MY LEATHER JACKET, JEANS AND MOTORCYCLE BOOTS” – begitulah wasiat Sid Vicious pada surat bunuh diri yang ditemukan di saku jaketnya, beberapa hari setelah ia dimakamkan.


SEBAGAI penanda, jaket kulit telah melampaui batas definisi sosial. Gaya busana ini seolah telah menjadi seragam untuk para bintang rock. Jaket kulit bisa dibaca sebagai simbol 'pemberontakan', terutama jika dilihat dari sosok John Wayne, Marlon Brando, James Dean, Gene Vincent, The Ramones, Elvis Presley, dan The Sex Pistols. 

Sejak awal, industri film sudah sadar akan fashion (wardrobe), dan memainkan peran besar dalam pertumbuhan tren. Pada tahun 1953 Hollywood merilis film "The Wild One" yang dibintangi Marlon Brando. Brando yang saat itu berusia 28 tahun berperan sebagai Johnny sang tokoh utama, pimpinan geng motor pemberontak dengan jaket kulit yang selalu dikenakannya.

Saturday, January 18, 2014

Eks Guns N Roses dan Persaingan di Industri Rock & Roll

Adalah hal yang hampir sangat mustahil bisa melihat reuni Axl Rose, Slash, Izzy Stradlin, Duff McKagan, Steven Adler, Gilby Clarke, dan Matt Sorum tampil dalam satu panggung lagi. Pada 2012 lalu, raksasa rock dunia ini mendapat penghargaan Rock & Roll Hall Of Fame untuk album Appetite For Destruction. Di antara personel inti Guns N Roses, hanya Axl dan Izzy yang tidak menghadiri malam penganugerahan tersebut. Gn’R tampil dengan formasi Slash, Duff McKagan, Steven Adler, Matt Sorum, dan Gilby Clarke. Mereka dibantu vokalis Slash di album solo nya, Myles Kennedy.  Tanpa Axl dan Izzy, penampilan Gn’R malam itu seolah tak bernyawa, seperti layaknya album Chinese Democracy dimana Axl bekerja tanpa personel orisinil. 

Adler's Appetite: Keintiman Dengan Narkotika

Steven Adler adalah personel pertama Guns N’ Roses yang keluar, atau dipecat karena keintimananya yang kuat dengan narkotika. Belakangan Axl mendukung kesembuhan Steven, dan di pihak lain, Izzy dan Slash ikut membantu Steven merampungkan proyek solonya, Adler Appetite. 

Slash Snakepit ‘It's Five O'Clock Somewhere’

Setelah akhir perjalanan tur Use Your Illusion tahun 1993, Slash mulai merekam demo materi dari hasil tulisannya selama tur tersebut. Rekaman tersebut dibuat di studio rumahnya dengan bantuan Matt Sorum, dan pemain bass Alice in Chains, Mike Inez. Mari kita membicarakan debut album Slash Snakepit ‘It's Five O'Clock Somewhere’ yang dirilis 1995. Meski ini adalah proyek solo, Slash tidak mengubah banyak hal, peran dia sebagian besar masih sama, tidak menyanyi, tidak berbicara , dan memberikan kesempatan pada orang lain dalam membantunya menulis lirik. 

Duff McKagan ‘Believe In Me’

‘Believe In Me’ adalah album solo Duff McKagan yang direkam selama Gn’R istirahat dari rekaman ‘Use Your Illusion II’. Bisa jadi album ini dibuat dengan perencanaan yang cukup matang. Hal ini bisa ditandai melihat Duff memiliki banyak bintang tamu yang mewah di albumnya . Yang paling terkenal di antara mereka adalah Lenny Kravitz, dan Jeff Beck. Duff juga menggaet Sebastian Bach (Skid Row), dan tiga personel Gn’R lainnya Slash, Gilby Clarke, dan Matt Sorum.

Neurotic Outsiders: antara Gn'R, Duran Duran, dan Sex Pistols

Tahun 1995, saya masih SMP dan pertama kali mengenal band ugal-ugalan bernama Sex Pistols. Mendengar gitaris band ini Steve Jones membuat proyek dengan Duff McKagan, dan Matt Sorum membuat saya berantusias untuk membeli kasetnya di Grand Audio, Aldiron, Blok M Jakarta Selatan. Band yang awalnya diberi nama March Neurotic Outsiders adalah kolaborasi antara Steve Jones dengan John Taylor dari Duran Duran yang telah merekam beberapa lagu, di antaranya ‘Feelings Are Good’ yang ada di album solo John Taylor. 

Saturday, October 5, 2013

Macanista For Sangkakala: Rangkaian Heavymetalithicum Project


Kekurangan dana untuk merilis album perdana, tidak membuat Sangkakala lantas menyerah. Band Heavy Metal ternama asal Bantul ini menggelar malam penggalangan dana di Kedai Kebun Forum, Jl Tirtodipuran, Rabu, (2/10) kemarin. Acara yang digelar mulai pukul 12.00 – 22.00 WIB ini juga menjadi rangkaian Heavymetalithicum Project, yang puncaknya yaitu Rilis Album. Menurut Blankon, vokalis Sangkakala album perdana tersebut akan keluar pada Oktober ini.

Monday, January 21, 2013

NYK GUNS: Bedil Karo Mawar Seko Ngayogyakarta


APA yang dibayangkan ketika kita mendengar nama Guns N’ Roses? Para penggila musik rock sudah tentu langsung mengingat sosok gahar band yang sempat merajai hingar bingarnya ranah musik rock ini. Belum lagi, lagu-lagu mereka seperti, ‘You Could Be Mine’, ‘Don’t Cry’, ‘Sweet Child Of Mine’ memang tak pernah menjadi tua, dan selalu lekang tak termakan usia.
Guns N' Roses adalah ikon musik rock terbesar di awal 90-an, dengan karya-karya brillian, monumental, dan dibalut dengan perilaku personelnya yang urakan, dan penuh kontroversi membuat band ini selalu dikenang sampai saat ini. Tidak bisa disangkal ada jutaan musisi muda yang akhirnya memutuskan untuk bermusik setelah mendengar karya Guns N’ Roses dan melihat penampilan mereka lewat video beta, VCD, DVD.


Karena kegilaannya pada Guns N’ Roses, sekelompok musisi di Yogyakarta membuat ‘Tribute Band’ yang khusus memainkan lagu-lagu band asal Amerika Serikat ini. Tidak hanya wilayah audio yang mereka kulik dengan baik, namun visual di atas panggung juga ditiru oleh band bernama NYK Guns ini.


Tuesday, December 11, 2012

Sangkakala: Aerobic Glam Rock Bantul


BANYAK band yang memainkan musik bagus, namun  masih banyak yang kurang memiliki kesadaran performa. Sangkakala adalah band yang mempunyai keduanya. Permainan musik mereka ciamik, penampilan mereka benar-benar total, attitude mereka benar-benar mencerminkan apa yang mereka mainkan. Sangkakala adalah sebuah band yang setia mengusung musik  heavy metal sejak berdirinya Oktober 2005 lalu.


Grup cadas yang beranggotakan Baron Capulet Araruna a.k.a Hendra “Blankon” Priyadhani (Vocal), Rudy “Atjeh “ Dharmawan (Bass), Ikbal S Lubis (Gitar), dan Riono Tanggul Nusantara  a.k.a Tatsoy   (drum) ini memang berlatar belakang  seni rupa dan musik, maka tak heran jika mereka sangat terampil memadukan kedua unsur disiplin tersebut. Dengan musik cadas yang  dipadukan dandanan ala glam rock, rambut mullet, sepatu hi-top, hingga celana ketat bermotif ular, macan, atau berwarna mencolok ini maka jadilah Sangkakala sebagai "No Wave Bantul Heavy Metal".

Monday, July 23, 2012

Soul Of Pain: Bebas Deskripsi



SOUL OF PAIN terbentuk setelah pertemuan antara Jibon (gitar) dan Puxon (Vocal). Jibon adalah seorang yang gemar bermusik sejak kecil, setelah lulus SMA, lelaki gimbal ini hijrah ke Yogyakarta. Sebelumnya ia  bergabung di komunitas Breakdance 0274Crew. Ketika berencana akan bermain musik dan membuat band, Jibon berkenalan dengan Puxon yang juga seorang ‘breaker’. Sebelumnya Puxon bekerja dan tinggal di Bali, hingga akhirnya akhir 2008 lalu mereka "kopi darat" dan sepakat membentuk band dengan nama Soul of Pain. Mereka berdua sering nongkrong di basecamp 0274, dan memikirkan konsep, nama band dan personel yang akan diajak bergabung. “Akhirnya nyeletuk aja kata Soul Of Pain, rada keren aja sih didengarnya,” ucap Jibon.


Saturday, June 9, 2012

Rotor: Musik Metal, dan Dakwah Islam Non Komersial


SIAPA mengira bahwa dibalik gamis putih, dan sorban tebal yang selalu melilit di kepala pria yang selalu berjalan dengan gagah ke masjid setiap lima kali sehari ini adalah seorang Raja Thrash Metal Indonesia. Ia bahkan pernah membuat serangkaian sensasi dan langkah fenomenal dalam permetalan nasional.

Dialah Irfan Sembiring yang kini seluruh waktunya digunakan untuk mengabdi kepada Allah Swt. Baginya, Masjid adalah rumah, sehari-hari Irfan berada di rumah Allah tersebut meski bukan pada waktu-waktu sholat. Beberapa tahun silam, saya sering menginap di rumah teman di Cinere, Selatan Jakarta, yang kebetulan dekat dengan rumah Irfan di Komplek AL.Saat itulah saya berkesempatan untuk dekat dengan idola saya semasa duduk di bangku SMP ini.

Kalau lagi tidak keliling dunia untuk berdakwah, di Jakarta, ia biasa nongkrong di Masjid Imam Bonjol, atau Masjid Al-Ittihad di dekat Cinere Mall. Kerjaannya kalau nggak Ibadah, Dzikir Qalbi, Dakwah, dan Nongkrong. Kalau lagi nongkrong pun obrolannya gak bakal jauh dari Keagungan Allah, meski sesekali diselingi dengan ngobrol musik, terutama musik Rock. “Orang Islam itu kalo di Masjid ibarat ikan dalam air,” ujarnya berkali-kali kepada saya yang pendosa ini.


Friday, April 20, 2012

Sisi Gelap dan Amarah Death Vomit



SELAMA kurun waktu dua tahun terakhir ini, skena metal di Yogyakarta mengalami perkembangan yang cukup bagus dan signifikan. Selain semakin menjamurnya metal store di Yogyakarta, fenomena ini terlihat dengan banyaknya band-band baru yang mempunyai kemampuan musikalitas dan performance yang bagus. Menurut Sofyan Hadi, Vokalis dan gitaris Death Vomit, beberapa diantara band-band baru ini malah sudah ada yang menandatangani kontrak dengan label-label rekaman. 

Hal ini tampak berbeda dengan awal 2000-an lalu, dimana skena ini serasa mati suri. Yogyakarta memang akan selalu menjadi sorotan dalam hal budaya. Dan ketika kejayaan death metal mulai ikut dirasakan oleh kota ini, bagi Oki, pemain bass Death Vomit, pada saat itu pula death metal sudah menjadi bagian dari budaya Yogya dan budayanya sebagian anak muda.


Saturday, April 7, 2012

The Iron Maidens: Heavy Metal Plus-Plus


PENYUKA musik metal di Yogyakarta bener-bener dihibur plus-plus pada 6 April malam di Liquid Cafe, ada band cewek, bule semua, dari Amerika, dan namanya The Iron Maidens. Ya, kelima perempuan yang tongkrongan luar dalemnya seksi dan liar ini emang spesialis bawain lagu-lagu Iron Maiden, bisa dibilang mereka Iron Maiden KW1, atau Iron Maiden Ples-ples..  


Featured