Showing posts with label Psycho. Show all posts
Showing posts with label Psycho. Show all posts

Tuesday, May 30, 2017

Kalau Hijrah, Jangan Berak Sembarangan

konsep hijrah itu bukan hitam-putih seperti yang ada di kepalamu. Hijrah bukan soal ganti blue jeans jadi gamis, apalagi sekedar transformasi Lo-Gue jadi Ana-Antum. Hijrah juga bukan pindah tongkrongan, dari jalanan ke mesjid. Emang kau pikir di jalanan gak ada kebaikan, walau setitik, apakah di mesjid gak ada maksiat walau setitik?
Jika ada sepuluh keburukan pada orang lain, lihat satu kebaikannya, pasti ada! 
Jika ada sepuluh kebaikan pada kita, pandang satu keburukannya, pasti lebih!

Akhir jaman ini penuh dengan fitnah. Jangan kau tertipu oleh bentuk, oleh kostum, oleh fisik, plastik! cepat atau lambat semua akan busuk.
Hijrahkan lah otakmu, persepsimu, hatimu, nuranimu, dari kegelapan menuju cahaya, dari suuzon menuju khusnuzon, ujub ke tawadhu, sok pinter ke merasa bodoh, prasangka buruk ke prasangka baik. getaran negatif ke getaran positif.
Sampai kapan pun positif-negatif akan sulit bertemu, kecuali dengan 'Hijrah!'
*ngomong sama jojon & caki, dua kucingku tersayang yang gak pernah berak sembarangan. 

Monday, November 28, 2016

Rock & Roll Maksimal di Hotrod Weekend Party



MUSIK Rockabilly, sejak awalnya memang memiliki koneksi yang kuat dengan dunia dan gaya hidup otomotif. Pada perkembangannya, musik asli Amerika yang muncul di tahun 1950-an ini, kian populer dan mendunia. Membahas genre rockabilly yang terdiri dari racikan blues, country, dan gospel ini bukan hanya melulu bicara soal musik, tapi juga merambah ke budaya lainnya seperti; potongan rambut, tarian, tattoo, grafiti, fesyen, dan otomotif. 


Untuk urusan otomotif, para pengusung genre ini akhirnya kental dengan nuansa mobil-mobil Amerika lawas tahun 50-an yang juga dikenal dengan Hotrod. Di Amerika, setiap tahunnya digelar event akbar 'Viva Las Vegas' yang khusus merayakan pernak pernik kultur Rockabilly. Perkembangan kultur ini juga sampai ke Indonesia, bahkan di Jogja yang menjadi 'magnet Rockabilly', telah lama memiliki komunitas musik, dan beragam komunitas otomotif. Mengadopsi acara Viva Las Vegas, komunitas Hotrodiningrat untuk kali kedua menggelar Hotrod Weekend Party (HWP). 

Friday, July 22, 2016

Psychobilly Berbau Punk Rock di Komik Punyakawan

SELAIN dikenal dengan karya komiknya, Bron Zelani ialah seniman dan musisi bawah tanah. Pada 2015 lalu di perhelatan Jakarta Biennale, ia merepresentasikan asimilasi kultur Rockabilly/ Psychobilly yang berbau Punk Rock dan balutan Brit-Pop di Indonesia melalui medium komik sepanjang 12 meter. 

Tahun ini ia bakal kembali merilis karya komik terbaru. Kali ini komiknya mencoba menilik lebih jauh tentang peradaban Indonesia, yakni Wayang. Meski wayang merupakan budaya serapan dari peradaban Hindustan, namun tak bisa dipungkiri bahwa tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong) ialah tokoh asli dari Indonesia. 

Memang sebelumnya sudah banyak seniman dan komikus yang mengolah tokoh punakawan ini. Satu di antaranya ialah idolanya sendiri yakni Tatang.S.


Meski begitu pria yang akrab disapa Ze ini tetap ingin membuat serial lewat karakter tokoh punakawan ini. Ia berharap agar tokoh-tokoh tersebut selalu lestari, bahkan hingga generasi selanjutnya. 

Friday, October 9, 2015

((( Review ))) Kustomfest 2015 - Showin’ Soul Indonesian Rockabilly Compilation

KUSTOM Kulture memang amat identik dengan musik Rock & Roll, terutama musik Rockabilly yang populer di Amerika pertengahan tahun 1950an. Pada perhelatan Kustomfest 2015 ini, sederet band Rockabilly dari seluruh Indonesia hadir lewat album kompilasi bertajuk Kustomfest 2015 - Showin’ Soul Indonesian Rockabilly Compilation Vol.01. Kompilasi ini menyajikan 14 lagu, plus 1 lagu anthem Kustomfest Showin’ Soul yang dinyanyikan Heru Shaggydog. Lagu tersebut menjadi bonus special di kompilasi ini. Sebanyak tiga ribu keping CD dibagi-bagikan secara gratis pada perhelatan Kustomfest di Jogja Expo Center, 3-4 Oktober lalu. Selanjutnya, oleh pihak Kustomfest, album ini bakal dibawa ke perhelatan Kustom Kulture di seluruh dunia.

Menurut Athonk Sapto Raharjo dari Rockin' Spades Rockabilly Club yang menjadi Co Producer di album ini, sebelumnya ada sekitar 50an lagu, dan 30 band dari berbagai aliran genre yang diterima. Setelah berdebat, diskusi dan adu argumen untuk menjagokan pilihan masing-masing, akhirnya tim seleksi, bisa menentukan dan memilih lagu-lagu yang pantas masuk. Menurut Athonk awalnya kuota hanya untuk 12 lagu, lalu ada ide tambahan ekstra 2 lagu. “karena banyak lagu yang bagus dan sayang kalo di eliminir,” tambahnya.

Wednesday, April 15, 2015

Indonesia Greaser Party: Melawan Penjajahan Lewat Budaya Imperialis



*Cuma sebuah catatan, siapa tahu bisa jadi rujukan sejarah

TREN dan gaya anak muda memang selalu berubah-ubah, dan berulang. Lima tahun belakangan ini yang kembali lagi menjadi hits yaitu para komunitas greaser. Budaya yang kini digandrungi kembali oleh anak muda Indonesia ini sejatinya sudah eksis sejak tahun 1950-an silam, terutama di Amerika dan Inggris. Fenomena mewabahnya kembali para Greaser ini bisa dijumpai di berbagai kota besar Indonesia seperti, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Eksistensi mereka pun cukup mengandalkan social media, simak saja YouTube, website, facebook, instagram, twitter, dan lainnya. 
 

Apa itu Greaser? Beliau ialah suatu makhluk (baca: subkultur) yang berkembang di Amerika Serikat sekitar 1950-an. Pada kisaran tahun tersebut banyak anak muda yang mencintai musik Rock & Roll, dan kemudian mengembangkan kreasinya ke dalam seni otomotif, mural, fashion, bahkan gaya rambut. Pada mulanya, Greaser adalah bentuk budaya tanding (counter-culture) yang menurut definisi buku sih sebagai sebagian dari populasi suatu masyarakat yang secara kuat menganut, atau memeluk satu atau lebih nilai-nilai budaya yang berbeda dengan nilai-nilai yang ada dalam kebudayaan yang dominan.

Tuesday, May 20, 2014

Mari Macankan Dunia !!!

MACAN tutul adalah hewan penyendiri, sifat mereka adalah saling menghindari satu sama lain. Hewan ini merupakan pemburu oportunitis, yang menggunakan segala kesempatan untuk mendapatkan mangsanya. Lepas dari sifatnya, warna kulit macan tutul lebih menarik dan memberikan inspirasi para desainer untuk membuat model baju yang lebih dikenal dengan model baju leopard.

Motif leopard memang memiliki eksotika tersendiri. Bila diperhatikan, motif ini tak pernah benar-benar hilang dari perputaran tren mode dunia. Uniknya lagi, motif ini dapat disesuaikan dengan selera siapa pun. Motif klasik macan tutul memang tak menampakkan tanda-tanda akan memudar pada musim berikut. Beberapa merek terkenal internasional dipastikan bakal mempopulerkan motif ini pada musim berikutnya.

Wednesday, July 3, 2013

SUICIDAL SINATRA: Rockabilly Nu Skool



BAND asal Bali ini dibentuk sejak 1996 silam. Awalnya mereka adalah band Heavy Metal yang mengusung nama S.O.S. (Soul Of Speed). Pada 14 Februari 2004, S.O.S. merilis album indie pertamanya yang berjudul “Valentine Ungu”.  Album bermaterikan delapan lagu ini adalah titik tolak S.O.S. telah resmi pindah jalur ke Rockabilly Nu Skool.


Untuk melengkapi perubahan identitas musikalnya, pada 16 Agustus 2004 S.O.S. merubah wujud menjadi Suicidal Sinatra dengan personel Opiex Sinatra (vokal, gitar), Leo Sinatra (gitar), Kappe Sinatra (upright bass), Ajie Sinatra (drum)
Pada Februari 2005, Suicidal Sinatra menelurkan mini album ”Love Songs & Stinkin’ Cheese” dengan lima tembang cadas dan bertempo sedang: “White Shoes”, “No Money No Honey”, “Can’t Be Ur Man”, “Going Old With You”, dan “Kentang”. 

Prison Of Blues & Kereta Susana: Psychobilly Yang Bikin Mencekam


BAGAIMANA jadinya jika band-band Psychobilly terbaik dari kota Yogyakarta, Bali, dan Bandung tampil dalam satu panggung.  Hasilnya, Jumat malam, (28/6) lalu suasana mencekam terjadi di Taman Budaya Yogyakarta. Nah, apa kah itu Psychobilly? Makhluk ini merupakan genre musik yang mengawinkan unsur Punk Rock dan Rockabilly, tema-tema lagu yang dimainkan memang mencekam, mulai horor, teror, hingga pembunuhan, meski juga banyak yang mengangkat tema realitas dan kritik sosial ke dalam lagu-lagunya.

Suicidal Sinatra
“Ghouls Night Out” adalah nama gigs malam tersebut, dan “Psycho Punk Show” dijadikan sub judulnya, karena pada dasarnya Psychobilly dengan Punk Rock memang masih satu akar dalam bermusik. Total tujuh band Psychobilly dan Punk Rock dari Yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan band Psychobilly dari pulau dewata, Suicidal Sinatra yang sudah memiliki penggemar fanatiknya ikut ambil bagian. Selain itu, Bloody Hollow ( Yogyakarta ), Prison Of Blues (Temanggung), dan Kereta Susana (Bandung) adalah nama-nama yang membuat mata dan telinga penontong yang datang langsung tercengang.

Tuesday, December 18, 2012

Prison Of Blues: Psychobilly Pertama di Pulau Jawa

SEBUAH album EP berjudul ‘Trick Or Threat’ baru saja dirilis oleh band Psychobilly dari kota Temanggung. Judul album dari band bernama Prison Of Blues (POB) ini juga merupakan single di album tersebut yang terinspirasi dari film-film bertema halloween. Dalam permainan musiknya, POB memang mencampurkan elemen punk rock, rockabilly, dan psychobilly yang bertemakan horror. Sesekali dibalik dentuman cepat dan kerasnya musik mereka, juga terasa sedikit aroma country. Keempat pemuda ini memang mengaku sangat mengagumi musisi seperti, Johnny Cash, Elvis Presley, Mad Sin, Tiger Army, Nekromantix, dan sejenisnya.

Monday, April 2, 2012

Tribute To Elvis Presley, Bukan Ajang Adu Jago

Rockin’ Spades Rockabilly Club mengadakan event bertema Tribute To Elvis Presley, Tribute To Elvis Presley Selasa (27/3) malam. Acara yang bertempat di Calipso CafĂ©, Purawisata, Yogyakarta ini dimeriahkan oleh tujuh band bergenre rockabilly. Masing-masing band tersebut mempunyai ciri khas dan karakter masing-masing. Mereka adalah Brandal Enerjix, Bloody Hollow, Prison of Blues, Kiki and The Klan, dan Outrageous dari Surabaya.


Featured