Showing posts with label Fashion. Show all posts
Showing posts with label Fashion. Show all posts

Wednesday, January 30, 2019

Warisan Ramones Buat Kita-Kita Yang Tampangnya Pas-Pasan, Minim Skill, Banyak Gaya, Kere Tapi Pengen Nge-Band!

Apa yang Ramones pernah lakukan untuk kita? Sesungguhnya mereka bukan hanya sekadar sebuah band...
Ramones were a Goddamn Revolution!


Tanpa Ramones, kira-kira ada berapa juta anak muda di seluruh dunia yang batal jadi anak band? Ya, mungkin termasuk kita-kita ini lah!
  
Hey, ini masih tentang Joey, Johnny, Dee Dee, dan Tommy, dan semua yang telah mereka berikan sebelum naik ke 'Cretin Heaven'.

Monday, February 19, 2018

Love Me Twice In Kuta Rock City (Undercovered)

Sebelumnya banyak pihak yang ‘shock’ ketika JRX mengumumkan bahwa Twice Bar tutup. Padahal sejak awal eksistensinya Twice Bar bagaikan rumah bagi skena rock bawah tanah Bali. Tempat ini telah melahirkan dan membesarkan band-band bawah tanah Bali. Karena tanggung jawab sejarah tersebut, JRX memutuskan untuk membangkitkan Twice Bar dari tidurnya. Lokasinya kini tetap di Kuta Rock City, hanya bergeser beberapa gang dari lokasi semula. Ciri khas Twice Bar yang sudah ‘mendarah daging’ tetap ia jaga sebagai ‘an underground rock n roll bar. Nothing fancy, just a simple, small international rock n roll venue with a local-friendly vibe. Di sinilah tempat dimana pengunjung lokal dan asing mendapat perlakuan yang sama=setara.



Monday, January 8, 2018

Melihat Konflik Agraria di Pesisir Selatan

Awal Januari ini memulai riding dengan melintasi jalanan di pesisir selatan Jawa. Di sepanjang perjalanan aspal yang menghubungkan Bantul (Yogyakarta), Purworejo, Kebumen, hingga Cilacap yang memiliki panjang sekitar 130 kilometer ini dinamakan Belangrijke Wegenatau Jalan Raya Utama. Adalah A.D. Daendels yang menjabat sebagai asisten residen di wilayah Ambal (kini nama kecamatan di Kabupaten Kebumen) pada 1838. Nama jalan pantai selatan Jawa kerap disebut dengan nama Jalan Daendels hanya karena jalur tersebut melewati wilayah Ambal yang kala itu dipimpin oleh A.D. Daendels. (ini bukan Daendels yang Gubernur Hindia Belanda di Batavia itu yaak, beda lhoo..)

Sebelumnya, jalan ini sempat menyandang nama Jalur Diponegoro. Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya pernah bergerilya di ruas jalan ini sejak 1825 hingga 1830. Jalan pesisir Pantai Selatan sudah ada sejak abad ke-14, yang dijadikan sebagai penghubung kerajaan-kerajaan di Jawa. 




Wednesday, September 13, 2017

Kengerian dan Erotisme Dalam Satu Panggung

Selasa, 29 Agustus 2017 lalu, saya terlibat di  ASCOLTACI, sebuah rangkaian seminar hasil penelitian yang diselenggarakan di Pascasarjana Universitas Sanata Dharma. ASCOLTACI memiliki makna "dengarlah kami", yang jika disangkutkan dengan seminar tersebut, rangkaian kegiatan ini mengajak para peserta seminar untuk mendukung para peneliti muda dengan mendengarkan hasil dari temuan-temuannya.

Rangkaian ASCOLCATI yang digelar mengambil tema "Erotisme Dalam Film Horor Indonesia". Salain saya sebagai pembicara tamu juga ada pembicara utama, yaitu Clemens Felix Setyawan (Alumnus Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma). Felix merupakan seorang akademisi yang sempat meneliti mengenai hal tersebut untuk penelitian tesisnya. Dalam penelitiannya, Felix membatasinya dengan film-film horor Indonesia yang diciptakan dalam kurun waktu tahun 2009 hingga 2014 lalu untuk menjadi obyek penelitiannya.



Beberapa judul film yang menjadi obyek pengamatannya di antara lain seperti "Tetesan Darah Perawan", "Darah Perawan Bulan Madu", "Pacara Hantu Perawan", "Tali Pocong Perawan", "Perawan Seberang" dan masih banyak lagi karya-karya sinema horor yang menurutnya dicampurkan dengan unsur eksotisme.

Esek-Esek Film Horor Indonesia

oleh: Kiki Pea

Dibandingkan dengan bentuk seni lainnya, film merupakan bentuk yang paling baru. Sedangkan dibandingkan media elektronik lainnya, film merupakan medium yang paling tua. Dalam menyampaikan pesan, film adalah medium yang paling komunikatif. Film adalah media komunikasi massa yang sangat penting untuk menyampaikan suatu realita yang terjadi dalam kehidupan sehari–hari. Film sebagai komunikasi massa merupakan gabungan dari teknologi dan beragam disiplin seni lainnya seperti fotografi, rekaman suara, seni rupa, teater, sastra, arsitektur, serta seni musik. Kehadiran film di tengah kehidupan manusia dewasa ini semakin penting dan setara dengan media lain.



Sayangnya tolak ukur keberhasilan produk film selama ini masih berorientasi pasar. Perfilman idealnya tidak sekadar digarap demi kepentingan ekonomi, tetapi juga mengarahkan film sebagai produk kebudayaan, pendidikan, dan pengetahuan visual. Jadi, kepentingannya tidak semata didasari untung-rugi pasar, tetapi lebih mengutamakan kemajuan pada sebuah kebudayaan.

Friday, May 12, 2017

Pink Is Punk!

Warna pink (merah muda) saat ini identik dengan kaum hawa. Karenanya tak jarang kalo ada laki-laki pakai wardrobe dan aksesoris bernuansa pink, kebanyakan orang disekitarnya pasti ada aja yang melirik; entah karena terkesima, gumun, heran, kaget, bahkan ada juga yang nyiyir.  Stigma warna pink yang identik dengan feminim sesungguhnya tidak terjadi begitu saja, kebudayaan memang selalu berputar.

Tahun 1950an Pink menjadi kesukaan kaum pria. Hal-hal yang terkait dengan warna tersebut menjadi simbol maskulin. Di era itu mobil Cadillac berwarna Pink (Pink Cadillac) menjadi mobil yang paling banyak diminati para lelaki. Sang Raja Rock & Roll Elvis Presley pun identik dengan mobil 'Pink Cadillac'-nya.




Sunday, April 3, 2016

Sepeda Motor, Fesyen, dan Maskulinitas Rock & Roll

Fesyen menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari keseharian kita. Fesyen tidak hanya menyangkut soal busana dan aksesoris pendukungnya, seperti kalung, gelang, hingga body piercing dan tato. Jauh dari itu, benda-benda fungsional lain yang dipadukan dengan desain yang unik lagi canggih, menjadi representasi si pengguna. Bermacam jenis kendaraan seperti motor, mobil, sepeda, bahkan kuda, dan lainnya bukanlah sekadar alat transportasi belaka, lebih dari itu, kendaraan juga menjadi sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan identitas seseorang. Singkatnya, fesyen adalah perlambang jiwa, dan tak bisa di pisahkan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia. 


Penggunaan kendaraan merupakan salah satu cara berekspresi. Dalam modernitas, fesyen adalah konstituen penting identitas seseorang, yang membantu menentukan bagaimana dia dikenali dan diterima. Mari menyoroti bagaimana kendaraan, dalam hal ini sepeda motor sebagai fesyen pada kultur Rock & Roll, melalui bagaimana cara para pengusungnya menggunakan kendaraan sebagai sebuah identitas. Para bintang rock, termasuk beberapa geng motor dengan pilihan kendaraan roda dua mereka setidaknya bisa menjadi representasinya.

Tuesday, February 2, 2016

Rocker Berambut Merah

BENARKAH potongan dan warna rambut mencerminkan kepribadian seseorang? Banyak pakar yang mencatat, untuk mengetahui karakter atau sifat seseorang bisa dilihat dari warna dan model rambutnya. Ada juga pakar warna yang bilang kalau pilihan warna saat mengecat rambut cenderung berhubungan dengan sifat dasar seseorang. Aneka rupa warna rambut, mulai dari yang hitam, coklat, pirang, hitam kecoklatan, biru, hijau, oranye, pink, dan merah api mempunyai sifat bawaan pemiliknya. Warna rambut yang bakal kita bahas ini, bukan warna yang berasal dari sananya, baik berdasarkan ras, ataupun geografis, dan sebagainya, tapi rambut-rambut yang sengaja di cat. Pastinya gak semua orang mau mewarnai rambutnya tanpa ada motivasi tertentu. 


Dikutip dari berbagai sumber, juga hasil ngarang sendiri bahwasannya; Rambut berwarna hitam menggambarkan karakter orang yang pantang menyerah, pekerja keras, dan menolak atau 'takut' dengan ketuaan. Warna hitam pada rambut melambangkan elegan. Sedangkan karakteristik pemilik warna rambut coklat biasanya adalah orang yang kalem dan santai, sifatnya yang rendah hati membuat orang ini mempunyai banyak teman. Rambut pirang melambangkan kepribadian yang dinamis, energik, dan cukup sensual. 

Nah, orang yang berambut merah bisa jadi ialah seseorang yang sangat menyenangkan, tetapi sangat mengerikan saat marah. Bila naik pitam, pemilik rambut merah tega bertindak kasar. Benarkah begitu kata sumber-sumber kita? mari kita simak karakter para Superstar musik rock idola saya yang mengecat rambutnya dengan warna merah.

1. Kurt Cobain

Ia adalah juru bicara Generasi X, dan 'Smells Like Teen Spirit' ialah pelopornya. Kurt adalah punggawa musik grunge yang membantai habis era hard rock juga heavy metal saat itu. Sepanjang hidupnya yang cukup singkat, Kurt pernah punya berbagai jenis gaya rambut, terkadang panjang hingga telinga, dan pernah juga dipotong pendek. Pentolan Nirvana ini juga kerap mengecat rambutnya dengan berbagai warna. Sebagai seorang 'punk', rambut Kurt Cobain pernah dicelup warna hijau, ungu, dan warna 'gak biasa' lainnya, namun yang sering terlihat ialah rambutnya yang berwarna merah. Di beberapa kesempatan ia terlihat mengenakan beberapa wig sebagai "gimmick". 


Ketika Kurt berusia muda, ia memiliki rambut pirang dan panjang hingga telinga. menurut beberapa keterangan, ia selalu menyisir rambutnya di pagi hari, dan menjaganya agar tetap lurus. Poninya pun dipotong lurus hingga tepat di atas alis. Kemudian ketika Kurt berada usia pertengahan remaja, ia menumbuhkan rambutnya hingga ke bahu. Era ini ialah saat ia diusir keluar dari rumahnya, dan sekitar waktu ini, ia mulai mengejar karir musiknya, pengaruh obat-obatan dan hal memabukkan lainnya juga hadir di era ini. 

Saat membentuk Nirvana dan merilis album Bleach, rambut Kurt masih terlihat dengan gaya yang sama. Pada Agustus 1992, ia memotong pendek rambutnya hingga berbulan-bulan kemudian, dan akhir tahun itu dia mulai menumbuhkan rambutnya kembali. Pada tahun terbesar dalam karir Nirvana, tepatnya ketika album Nevermind mencapai 'hits'nya seantero dunia, rambut Kurt mulai ada perubahan. Meski masih terlihat panjang, tapi lebih pendek dari era 'Bleach'. Di era yang sama Kurt mengecat rambutnya berwarna merah untuk pembuatan video klip 'In Bloom'. Rambut merah itu juga terlihat di beberapa sesi pemotretan. Kurt terus memiliki tampilan ini hingga merilis album 'Incesticide'. Namun beberapa kali ia mengubah warna rambutnya dari merah menjadi biru. Sejak peluncuran 'In Utero', hingga konser paling terkenal 'MTV Unplugged In New York', rambut Kurt cukup lama tampak sebahu hingga pada saat kematiannya.


Kesuksesan Nirvana ternyata membuat Kurt Cobain kehilangan kontrol atas dirinya. Ia merasa gagal hingga frustasi akan pesan dan visi artistiknya yang disalahtafsirkan oleh publik. Selama tahun-tahun terakhir kehidupannya, Cobain berjuang untuk lepas dari kecanduan heroin, penyakit dan depresi. Kurt Cobain meninggal pada 8 April 1994 di usia 27 tahun. Sertifikat kematiannya menyatakan bahwa penyebab kematian Kurt adalah tembakan di kepala, meski timbul polemik dari berbagai pihak, Kurt Cobain dinyatakan tewas bunuh diri. 

Krist Novoselic, bassist Nirvana sempat bertemu Cobain beberapa hari sebelum kematiannya. Ia bercerita, "Dia (Cobain) sangat pendiam, dia begitu terasing dari semua hubungan dengan orang lain. Dia tidak merasa terhubung dengan siapa pun...Aku menawarkannya membeli makan malam, tanpa sengaja ia melihat pengedar langganannya. Itu membuatnya kembali memakai heroin...dia ingin melupakan segalanya. Dia ingin mati, itulah yang ingin ia lakukan."


2. David Bowie

Bowie ialah 'Bapak para Glam Rocker', pengaruhnya di budaya pop bukan hanya musik dan tetek bengeknya, tapi juga buah pikir nan futuristik, hingga fesyen dan tata rambut. itulah sebabnya saya amat mengagumi Bowie. Ia adalah sosok flamboyan yang tidak sukar untuk ditiru. Bowie suka bereksperimentasi, ia selalu mencoba banyak hal tanpa takut gagal, percayalah, ia telah menggoncangkan dunia mode. Gaya Bowie sering berubah-ubah dari era ke era, dan itulah letak kekekalannya. Sebagai 'The cultural kleptomaniac' ia telah bertahun-tahun memantulkan gaya musik yang satu ke gaya yang lainnya. Ekspresi yang paling jelas dari kondisi pikiran David Bowie adalah melalui gaya rambutnya. David Bowie adalah 'bunglon kebudayaan', ia adalah 'pencuri', 'pembajak gaya rambut'. "


Bowie steals without prejudice. He steals musical styles, he steals countries, he steals clothes, and he steals thoughts. He steals when you are sleeping, he steals when you’re awake. Mick Jagger’s said that you should "never wear a new pair of shoes in front of him," because of course he’d run right out and buy them and they’d look better on him to boot.

Selama karirnya dia memiliki banyak stok gaya rambut yang tersedia untuk para pria dan wanita. Bowie mengubah gaya rambutnya di hampir setiap album. Sebelum ia menangkap imajinasi publik melalui Ziggy Stardust pada 1972, Bowie menghabiskan era 60-an dengan mengulik lagu-lagu ajaib yang bakal memicu karirnya. Dia telah menjadi trendsetter sejauh ia bersedia dan mampu memilih pengaruh yang tepat. 


Awal Januari 2016 lalu dunia dikejutkan dengan kematiannya. Bowie mangkat pada 8 Januari setelah baru saja merayakan ulang tahunnya, yang juga hari peluncuran album terbarunya 'BLACKSTAR'. David Bowie meninggal pada usia 69 tahun setelah berjuang melawan kanker. Hidup Bowie adalah kesenian, bahkan saat kematiannya. Hari kematian itu tampaknya sudah diprediksi olehnya lewat lagu baru nan misterius berjudul 'Lazarus' yang dirilis empat hari sebelum ia meninggal dunia. Lagu ini bernuansa menakutkan dan penuh dengan misteri. Bahkan video klip lagu tersebut menampilkan 
Bowie yang tengah berhadapan dengan kematian, lengkap dengan liriknya yang 'sadis'. Dalam tradisi alkitab, nama Lazarus dikenal sebagai seorang dari Betania, ia yang telah dibangkitkan Yesus setelah empat hari kematiannya.


3. Layne Staley

Sebagai anak generasi 90an, satu di antara idola saya adalah Alice In Chains. Hingga saat ini tidak ada bosan2nya mendengarkan lagu-lagu band asal Seattle ini, terutama album MTV Unplugged saat menjelang tidur. Bagi saya Alice In Chains ialah Layne Staley, vokalis orisinil yang meninggal secara tragis pada 5 April 2002 di usia 34. Ia memiliki suara seperti 'sosok yang lain'. Menurut beberapa catatan, Staley tahu jika kematiannya sudah dekat. Dalam sebuah wawancara, Staley mengatakan kepada wartawan Adriano Rubio bahwa ia tahu waktunya hidup di bumi sudah hampir habis. I know I'm near death. I did crack and heroin for years. I didn't want it to end this way, "Aku tahu aku tidak memiliki kesempatan. Sudah terlambat."


Layne Staley ialah 'The Self-Destructive Genius', ia bernyanyi tentang penyalahgunaan obat, depresi, dan hal-hal yang merugikan diri sendiri. Lagu-lagu yang ditulisnya bersama Alice In Chains bukanlah karya fiksi, melainkan realitas hidup mereka sendiri. Layne tidak pernah 'nyanyi bahagia', gaya bernyanyinya amat suram, liriknya seperti gulungan film yang menyeramkan, dia benar-benar menggambarkan setan ada dalam hidupnya sendiri. Pada sebuah wawancara yang menjadi quotes-nya yang terkenal Layne berujar "Whatever dramas are going on in my life, I always find that place inside my head where I see myself as the cleanest, tallest, strongest, wisest person that I can be".


4. Scott Weiland


Ia adalah satu di antara biduan rock kharismatik dari era 90-an. Selain rambut merahnya, Scott dikenal dengan gaya vokalnya yang menggeram. Ia mahir mengubah gaya vokal, dan kadang bernyanyi melalui megafon. Scott ialah vokalis dan penulis lirik untuk Stone Temple Pilots yang paling berhasil. lagu-lagu seperti Big Empty, Vasoline, dan Interstate Love Song, membawa album 'Purple' memuncaki tangga lagu Amerika di tahun 1994. Namun saat itu juga pertikaian dan keributan sesama anggota band dimulai. Mereka berpisah beberapa kali, sampai akhirnya Scott membentuk supergrup Velvet Revolver bersama bekas anggota Guns N' Roses, Slash, Duff McKagan, dan Matt Sorum di tahun 2002. Akhirnya kecanduan berat pada narkotika-lah yang kembali menjadi masalah keretakan band. Seperti yang terjadi di Stone Temple Pilots, ia juga didepak dari Velvet Revolver dengan kasus yang sama. 


Kematian biduan rock kharismatik asal California ini akhirnya menambah daftar panjang penyalahgunaan kokain dan heroin dalam musik rock. Scott Weiland ditemukan tidak bernyawa dalam tidurnya di Bloomington pada Kamis, 3 Desember 2015 lalu. Scott awalnya dijadwalkan akan tampil bersama grup terakhirnya, The Wildabouts. Setelah kematian Kurt Cobain, Scott dianggap sebagai korban selanjutnya, namun perlahan tapi pasti, hal itu terjadi juga. Apa pun komentar dunia pada Scott Weiland, namun lagu-lagu dan karakternya tetap abadi untuk 'selera' saya.


5. Johnny Rotten

Dari daftar nama di atas Johnny Rotten ialah nama legenda musik yang masih bernafas di alam dunia hingga tulisan ini di unggah. Ia adalah legenda hidup, Bersama Sex Pistols, ia menjadi sosok yang bertanggung jawab pada mulainya gerakan punk di Inggris. Meskipun karir mereka hanya sebentar, gak lebih dari tiga tahun, dan hanya menghasilkan satu album studio, 'Never Mind the Bollocks'. Johnny bersama Sex Pistols telah menjadi inspirasi banyak musisi punk rock, hingga musisi rock alternatif, contohnya adalah Kurt Cobain. 


Johnny Rotten ialah penyanyi rock'n'roll paling menakutkan yang pernah dikenal. Ia ada di zaman di mana kasta musisi berpendidikan formal mengancam untuk mendominasi apa yang tersisa dari musik rock di Inggris. Pemilik nama asli John Lydon ini adalah ikon budaya yang paling dikenal dan berpengaruh dari empat puluh tahun terakhir. ia menginspirasi pembentukan berbagai kelompok terobosan lainnya, John Lydon selalu menjadi sosok menawan juga dinamis.

"SEX PISTOLS ISN'T MUSIC,IT'S ATTITUDE !"


Eiits, masih ada dua nama lain juga masih hidup hingga saat ini, tapi saya sudah malas menguliknya, nanti aja kalo mereka udah mati. :)). Kedua nama itu adalah; John Taylor dari Duran Duran, grup musik electronic pop rock yang kemudian dikenal dengan istilah 'New Romantic'. Mereka melanjutkan 'invasi kedua Britania Raya' yang sebelumnya ditorehkan The Beatles dan The Rolling Stones. Satu lagi ialah Lee "Scratch" Perry, seorang produser musik kelahiran 20 Maret 1936. Musisi asal Kendal, Jamaika ini kini berumur 79 tahun. Perry adalah salah satu pelopor dalam perkembangan musik dub. 



Balik lagi ke atas, sesuai tema awal tulisan ini, bisa saja kita tarik kesimpulan bahwa secara psikologis, warna merah pada rambut memberikan kesan kuat, berani, dan bergairah. Rambut berwarna merah gelap memang terlihat berani, namun ia skeptis dan mudah marah. Mereka memiliki energi fisik yang besar dan kekuatan hampir brutal, lalu rambut merah terang bisa membuat seseorang terlihat pandai, cerdas, sensitif, dan punya semangat besar pada hal yang ditekuninya. Namun di sisi lain, ia termasuk orang yang sensitif, dan mudah terluka perasaannya. Ia akan merasa terbebani saat semua hal berada di luar kendalinya. 

Kepribadian pemilik rambut ini adalah frontal, ia mudah merasa tersinggung dan sangat pemberani, baik dalam berbicara maupun tindakannya yang......

persetan positif dan negatif, karena isi kandungan tulisan ini ialah 'nihil'. :p



Baca juga :



DICOMOT DARI BERBAGAI SUMBER ONLINE MAUPUN OFFLINE......

Friday, April 24, 2015

Turban Segala Bangsa: Know What You Wear !


"SESUNGGUHNYA Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling  kenal-mengenal". Berikut kurang lebihnya yang tertulis dalam Al Qur’an pada Surat Al Hujuraat. Setiap daerah, suku, bangsa, maupun agama memiliki sesuatu yang dijadikan simbol, satu di antaranya lewat pakaian (fesyen). Gaya pakaian, dandanan, rambut, segala macam aksesoris yang menempel, bahkan selera musik, atau pilihan-pilihan kegiatan yang dilakukan, adalah bagian dari pertunjukan identitas dan kepribadian diri. Sorban, serban atau turban yang yang dikenakan di kepala, pada perkembangannya adalah simbol bagi suku, bangsa, dan agama tertentu. Sejarah pemakaian turban sebenarnya sudah populer sejak ribuan tahun dahulu. Pada mulanya, turban digunakan di negara-negara Asia, terutama di India, Timur Tengah, Afghanistan, Afrika Utara, hingga Jamaika.


Saturday, March 21, 2015

Materialisme & Mistisisme George Harrison

"Without going out of your door
You can know all things on Earth
Without looking out of your window
You could know the ways of Heaven

The farther one travels
The less one knows
The less one really knows

Arrive without travelling
See all without looking
Do all without doing"

Lirik di atas adalah petikan dari tembang 'The Inner Light' milik The Beatles yang direkam tahun 1968. Percaya atau tidak, lagu yang ditulis oleh George Harrison ini membuat saya selalu berjoget sejak pertama mendengarnya lewat album Past Masters vol 2. Album bersampul putih tersebut dibelikan ibu sewaktu saya beranjak remaja. Lagu tersebut sudah tentu amat berbeda dengan nuansa musik Rock & Roll di lagu-lagu Beatles lainnya. Menyimak isi yang terkandung dalam liriknya, saya pun semakin terkesima dengan sosok George Harrison, Beatle yang paling kalem dan amat tenang perangainya.

Dalam otobiografinya 'I, Me, Mine' George menulis jikalau lagu itu terinspirasi dari surat Juan Mascaro, seorang sarjana Sansekerta di Cambridge University, yang mengirimi salinan bukunya tentang antologi luas dari tulisan-tulisan agama, termasuk beberapa dari Tao Te Ching, buku tersebut berjudul 'Lamps of Fire'. 

Tuesday, February 24, 2015

SUGUHAN TANAH INDAH YANG MAHA OKE

SEBUAH band memang bukan hanya mengerjakan karya dalam bentuk musik. Hal ini dibuktikan oleh band independen asal Yogyakarta FSTVLST. Hampir seluruh elemen seni dipresentasikan pada acara bertajuk Tanah Indah di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) yang sebelumnya dikenal sebagai Gedung Purna Budaya Yogyakarta. FSTVLST mampu menyajikan elemen baik, musik, seni rupa, fotografi, video, sastra, dan seni kontemporer lainnya.

Pada Rabu, (18/2) lalu pukul 19:00 WIB, band yang digawangi oleh Farid Stevy Asta (vocal), Roby Setiawan (guitar), Humam Mufid (bass), Danish Wisnu (drum), dan Rio Faradino (add) ini menggelar konser bertajuk TANAH INDAH. Lewat konser ini mereka menampilkan lagu-lagu dari album teranyar FSTVLST, bertitel HITS KITSCH, yang telah diluncurkan 12 September lalu.

Thursday, November 13, 2014

10 Film Yang Dibintangi Rocker

Bagaimana jika Rockstar Main Film? mereka (para rocker) ini bermain dalam sebuah film, dan bukan sekedar numpang lewat atau menjadi cameo, tapi berperan aktif sebagai bintang utama dan berakting penuh.


Film yang melibatkan penyanyi terkenal, biasanya bukan hanya bertujuan mendongkrak popularitasnya sebagai penyanyi, namun juga sebagai bintang film. Hal ini juga diikuti oleh penjualan soundtrack film yang biasanya juga dibuat untuk tujuan komersial.................

Sunday, October 5, 2014

John Lennon Hanyalah Seorang Pemulung

PAKAR semiotika Roland Barthes berpendapat bahwa sebuah teks adalah suatu jaringan kombinasi makna yang otonom, yang selalu bisa ditafsirkan tanpa mengkaitkannya pada pengarangnya yang bukan lagi subyek atau produser. Yang terjadi kemudian justru kebalikannya, dimana gambaran tentang si penciptanya itu justru dibentuk oleh teks. Figur si pencipta/ pengarang/ seniman itu pada akhirnya menjadi tak terlalu penting.

Berkaitan dengan hal itu, konsep tentang "orisinalitas" pun berubah, dimana pada masa sebelumnya (modern,red) sangat berfokus pada pencarian orisinalitas. Kini, sistem referensi yang tanpa batas menjadikan penciptaan menjadi makin sulit untuk benar-benar "orisinil".

Proses penciptaan kini lebih cenderung berarti "perakitan baru" elemen-elemen atau barang-barang yang sudah siap-pakai. Dekonstruksi dalam arti dekontekstualisasi ialah melepaskan elemen-elemen tertentu dari konteksnya semula, kemudian merakitnya kembali dalam konteks baru yang tak terduga. Sekarang, mari kita baca sosok John Lennon sebagai 'teks'.


Friday, October 3, 2014

LEATHER JACKET; "bejat, berbahaya, unpredictable, kejiwaan yang kompleks, namun rentan"

“BURY ME IN MY LEATHER JACKET, JEANS AND MOTORCYCLE BOOTS” – begitulah wasiat Sid Vicious pada surat bunuh diri yang ditemukan di saku jaketnya, beberapa hari setelah ia dimakamkan.


SEBAGAI penanda, jaket kulit telah melampaui batas definisi sosial. Gaya busana ini seolah telah menjadi seragam untuk para bintang rock. Jaket kulit bisa dibaca sebagai simbol 'pemberontakan', terutama jika dilihat dari sosok John Wayne, Marlon Brando, James Dean, Gene Vincent, The Ramones, Elvis Presley, dan The Sex Pistols. 

Sejak awal, industri film sudah sadar akan fashion (wardrobe), dan memainkan peran besar dalam pertumbuhan tren. Pada tahun 1953 Hollywood merilis film "The Wild One" yang dibintangi Marlon Brando. Brando yang saat itu berusia 28 tahun berperan sebagai Johnny sang tokoh utama, pimpinan geng motor pemberontak dengan jaket kulit yang selalu dikenakannya.

Tuesday, May 20, 2014

Mari Macankan Dunia !!!

MACAN tutul adalah hewan penyendiri, sifat mereka adalah saling menghindari satu sama lain. Hewan ini merupakan pemburu oportunitis, yang menggunakan segala kesempatan untuk mendapatkan mangsanya. Lepas dari sifatnya, warna kulit macan tutul lebih menarik dan memberikan inspirasi para desainer untuk membuat model baju yang lebih dikenal dengan model baju leopard.

Motif leopard memang memiliki eksotika tersendiri. Bila diperhatikan, motif ini tak pernah benar-benar hilang dari perputaran tren mode dunia. Uniknya lagi, motif ini dapat disesuaikan dengan selera siapa pun. Motif klasik macan tutul memang tak menampakkan tanda-tanda akan memudar pada musim berikut. Beberapa merek terkenal internasional dipastikan bakal mempopulerkan motif ini pada musim berikutnya.

Tuesday, October 22, 2013

Makna 'Rebel Flag' Tergantung SIKONTOL PANJANG GATEL


Apa arti sebuah bendera? ia hanyalah selembar kain dengan model tertentu, biasanya dikibarkan di tiang, dan dipakai secara simbolis untuk sebuah bentuk identifikasi, juga alat komunikasi. Bendera umumnya dipakai oleh suatu negara untuk menunjukkan kemerdekaan atau kekuasaannya. Menurut sejarah sih awalnya bendera dipakai untuk membantu koordinasi militer di medan perang. Bendera juga digunakan dalam pesan, iklan, atau untuk tujuan hias lain. Studi tentang bendera dikenal sebagai vexillology 

Nah, di kalangan penggemar musik Rockabilly ada bendera yang kerap dipakai oleh para musisinya. Artikel ini tidak membahas asal muasal bendera tersebut secara lengkap, fasih, membongkarnya secara semiotika, apalagi filosofis. Tapi minimal artikel bisa membuat kita mau mambaca sejarah dunia, kebudayaan, dan memahami kontroversinya.

Friday, July 5, 2013

STRAY CATS: Kelakuan si Tiga Kucing Garong


NGOMONG-ngomong soal Rockabilly, jangan pernah kita lewatkan ‘Trio Kucing Garong’ asal New York ini. Nama Stray Cats memang sangat menjulang tinggi di awal tahun 80an.  Bukan cuma musiknya yang segar, tapi fesyen dan aksi panggung mereka benar-benar memikat anak muda yang juga punya mental menjadi ‘Kucing Garong’ nan seksi bin gagah. Mereka sering mengenakan jaket ala Rockers yang ditambal banyak emblem, terkadang juga kaos oblong dengan pernak pernik penuh warna yang menantang. Rambut mereka selalu tertata dengan baik, khas Rock n Roll 50an, meski juga dirasuki gaya New Wave yang sedang trendy saat itu.

Wednesday, June 26, 2013

Wahai Lelaki: Ada Tiga Hal Yang Harus Diminyaki !!

 ‘RAMBUT adalah mahkota’, ungkapan ini tidak hanya berlaku bagi kaum wanita saja. Kaum pria juga cenderung lebih memperhatikan penampilan, terutama soal gaya rambut. Trend gaya rambut di Indonesia belakangan mulai bergeser dan kembali ke era-era yang pernah populer di zamannya. Sebagai kota budaya, tentu saja Yogyakarta yang nyaris tak pernah ketinggalan dari maraknya keberadaan trend trend tersebut.
 
Elvis & Cash
Satu di antara pelengkap untuk memaksimalkan gaya rambut adalah pomade. Produk ini sebenarnya sudah sangat klasik, dan populer di era 1950-an, karenanya terkesan hanya dari golongan orang tua saja yang mengenakannya. Kini, popularitas pomade mulai bangkit kembali di berbagai komunitas dan subkultur anak muda, sebut saja penggemar motor dan mobil klasik, penyuka olahraga ekstrim, penggemar musik rockabilly, dan sebagainya.

Gene & Eddie

Monday, May 27, 2013

Rumble Royale: Eat The Fashion, Wear The Poison!


SETELAH memiliki lima cabang di Bali,  Rumble membuka gerai pertamanya di pulau Jawa, tepatnya di Yogyakarta. Pada pesta peresmian Rumble Royale Store yang terletak di Jl. R.E Martadinata ini, pada Jumat, (24/5/2013) sederet kelompok musik dari Yogyakarta dan Bali membakar semangat yang sama dengan konsep berdirinya Rumble. 

Devildice
Mulai sore harinya, Rebel Of Law, Broken Rose, Dirty Glass, The Sneakers, dan Desperados unjuk gigi. Selanjutnya grup Rockabilly Kiki & The Klan dilanjutkan Disc Jockey oleh SoundbwoyDodix menemani penonton membunuh senja.

Sunday, July 22, 2012

Gimbal: Simbol Pemberontakan & Kekuatan Magis

Di dunia modern, rambut gimbal cukup fenomenal. Model rambut ini sebenarnya adalah hasil alami karena tidak sisiran selama tiga hingga enam bulan, dan rambut tersebut akan terjalin bersama lalu menggumpal berbentuk seperti tali. Namun menurut banyak catatan, terdapat bukti awal manusia masa silam juga berambut gimbal. Teks tersebut banyak terdapat di dalam hieroglif, lukisan gua, legenda tradisional, adat dan cerita rakyat. Pengusung rambut gimbal yang paling populer masa ini dan jadi ketakutan bagi pikiran barat adalah gerakan Rastafari dan Sadhu.


Featured